Utang Warisan PDAM Riau Dihapus


PIPA: Petugas PDAM Tirta Kepri memperbaiki dan menyambung pipa bocor di km 9. F-dok/tanjungpinang pos

Tunggakan PT Tirta Kepri ke Pusat Rp 7 Miliar 

Tanjungpinang – Kabar gembira bagi 114 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia. Dari 300an perusahaan penyedia air minum bersih ini, utang 114 PDAM termasuk utang PDAM Tirta Kepri sebesar Rp 7 miliar ke pusat akan diputihkan alias dihapus.

Kherjuli Ketua LSM ALIM dihubungi Tanjungpinang Pos membenarkan PDAM Tirta Kepri memiliki utang ke pusat. Utang ini warisan peninggalan masa PDAM Provinsi Riau. Utang ini masuk program Rekening Pembangunan Daerah (RPD) pada waktu itu. ”Besaran utang sekitar Rp 20 miliar,” sebut Kherjuli.

Hanya apakah pemutihan utang 114 PDAM dari pemerintah pusat itu, juga diberikan ke PDAM Tirta Kepri, Kherjuli belum memastikan.

Menurut Kherjuli, untuk penghapusan utang, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain, PDAM Tirta Kepri harus menerapkan tarif full cost recovery.

Maksudnya, tarif nanti harus dapat mengkover seluruh biaya operasional PDAM. Juga, di-reksi PDAM harus menjalani fit and propertest serta wajib mendapat dukungan kepala daerah sebagai pemilik modal PDAM Tirta Kepri.

Untuk persetujuan penghapusan utang, Kherjuli menjelaskan, ada dua kategori. Apabila besaran utang PDAM di atas Rp 100 miliar, maka harus memperoleh persetujuan DPR RI. Namun, apabila besaran utang di bawah Rp 100 miliar, cukup menteri.

Kherjuli kembali menyebut, besaran utang PDAM Tirta Kepri (di bawah PDAM Riau) ke pemerintah pusat saat itu sekitar 20 miliar. Pada waktu pemekaran wi-layah, Pemprov Riau menye-rahkan seluruh aset termasuk utang PDAM ke Pemprov Kepri.

”Dulu sempat dipersoalkan, tapi setelah itu tidak disinggung. Yang jelas, PDAM Tirta Kepri miliki utang,” tukas Kherjuli.

Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik saat dikonfirmasi mengaku, memang PDAM Tirta Kepri memiliki utang. Utang masa pemerintah yang lama itu, awalnya Rp 20 miliar. Namun, utang itu dibagi dua.

”Tahun 2012, Pemprov Kepri membayar utang sekitar Rp 2,2 miliar ke pemerintah pusat sehingga masih terutang sekitar Rp 7 miliar,” sebut Kholik.

Mengenai putusan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bahwa utang 114 PDAM di Indonesia bakal diputihkan, Kholik sudah mendengar dan masih menunggu. Bahkan, pihaknya sudah diundang, namun saat ini masih menunggu Peraturan Presiden (Perpresnya).

”Ya kita tunggu itu (Perpres),” kata Kholik.

Dengan penghapusan utang, ia menyebut, kinerja PDAM akan lebih baik. Sebagaimana diketahui, Wapres RI Jusuf Kalla usai melakukan pertemuan bersama PDAM se-Indonesia, menyebut utang PDAM sekitar Rp 3,2 triliun bakal dihapus. Dengan penghapusan itu, Wapres berharap perusahaan penyedia air minum bersih itu lebih cepat bekerjaSLAMET,

%d blogger menyukai ini: