Warga Keluhkan Limbah Pabrik Bir


Sumber : Tanjungpinang Pos

Drainase di Gang Akasia 2 yang di duga tercemar limbah produksi bir dari tempat usaha Fresh Bir

Fresh Bir: Limbah Ditampung untuk Dijadikan Pupuk Tanjungpinang  – Warga RT 05/RW IV Jalan Akasia, Gang Akasia 2, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang mengeluhkan bau tak sedap yang berasal dari drainase yang ada di kampung itu.Warga setempat menduga bau tak sedap tersebut berasal dari air limbah hasil produksi bir dari tempat usaha Fresh Bir yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman tersebut.”Sejak pabrik bir itu ada, sudah mulai bau. Apalagi kalau panas kayak gini, baunya itu menyengat,” sebut Ketua RT 05/RW IV, Sugiyatmo, Kamis (28/5).

Pria ini melanjutkan, akibat bau limbah tersebut membuat beberapa orang warganya kini sering merasa mual bahkan sampai pingsan karena tidak tahan mencium bau limbah yang berasal dari drainase kampung itu.

”Yang paling kasian itu yang tinggalnya dekat laut. Karena kalau musim kering seperti ini bau-nya bercampur dengan bau lumpur,” tuturnya.

Dikatakannya, perihal ini sejatinya sudah pernah dibicarakan pihaknya ke pemilik tempat usaha tersebut. Dari hasil pembicaraan waktu itu, pemilik usaha bir tersebut bersedia untuk membuat tempat penampungan limbah yang meresahkan warganya itu.

”Selama dua sampai tiga minggu tidak bau lagi. Tapi belakangan ini baunya muncul lagi. Warga di sini sebenarnya tidak masalah dengan usaha itu. Cuma tolonglah macam mana caranya air limbah itu diatasi biar tak mengganggu,” ujarnya.

Ayu warga yang di depan rumahnya menjadi tempat perlintasan drainase mengaku, sejak drainase di depan rumahnya itu menimbulkan bau, kini ia dan keluarganya kerap merasa mual dan pusing.

”Sejak bau seperti ini sekarang sering muntah-muntah. Apalagi kalau malam baunya menyengat,” keluhnya.

Jarwanti tetangga sebelahnya juga merasakan hal yang sama. Bahkan waktu di temui wanita berusia 50 tahun ini mengaku baru pulang dari Puskesmas karena dampak dari bau limbah tersebut.

”Gara-gara sering cium bau ini jadinya sekarang sering batuk, mual, dan pusing,” sebutnya.

Bau limbah yang keluar dari drainase itu juga menyebabkan Keyza bayi berusia 1 tahun setiap harinya kini sering mengalami muntah-muntah. Sepanjang pantauan, bau menyengat yang berasal dari drainase di kampung jelas terasa di hidung. Selain itu, di dalam drai-nase tersebut juga banyak terdapat buih-buih putih yang oleh warga diduga sebagai sumber bau tersebut.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Tanjungpinang Kherjuli bersama petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan pihak kelurahan yang turun langsung untuk memantau menyimpulkan, jika bau yang meresahkan warga tersebut berasal dari sisa limbah pembuatan bir.

”Bau dari sekitar pemukiman setelah kita cocokkan dengan yang di tempat pembuatannya cenderung sama. Tetapi untuk membuktikan semua itu, harus dilakukan uji lab,” tuturnya.

Pria yang juga Direktur LSM Air, Lingkungan, dan Manusia (Alim) Provinsi Kepri ini melanjutkan, setelah pihaknya melakukan pemantaun di tempat usaha itu tergambar jelas bila sistem produksi dan pembuangan limbah dari tempat usaha bir tersebut tidak sesuai dengan prosedur.

”Sistem produksinya tidak jelas. Dari proses produksi sampai ke proses pembuangan limbahnya tidak jelas. Kami minta Pemko untuk mengevaluasi. Forum Kota Sehat mau produksi ini disetop dulu. Karena diduga telah menimbulkan sumber pencemaran dan meresahkan warga,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Penataan Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang, Iskandar mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel limbah dari tempat produksi bir tersebut dan dari drainase untuk di uji di laboratorium.

”Dari hasil pemeriksaan itu. Kalau memang nanti ada indikasi kecocokan akan kita tindak lanjuti,” sebutnya.
Iskandar melanjutkan, untuk hasil dari uji lab tersebut belum bisa diprediksi kapan hasilnya akan keluar. ”Hasilnya itu tergantung. Tapi tidak sampai sebulan sudah bisa keluar,” tuturnya.

Ditanya soal adanya permintaan dari Forum Kota Sehat yang meminta agar tempat usaha tersebut ditutup sementara, pria ini tidak bisa untuk menjawab hal tersebut. Sama halnya ketika di-tanya tindakan yang akan dilakukan oleh pihaknya terhadap keluhan warga.

Iskandar hanya mengatakan, terkait keluhan warga yang mengaku sakit karena mencium limbah yang keluar di drainase kampung itu yang diduga berasal dari limbah produksi bir gandum tersebut, masih perlu ditindak lanjuti lebih jauh.

”Warga yang sakit itu perlu di-tindaklanjuti. Benar tidak sakitnya gara-gara limbah ini. Kita tidak mau menuduh, jadi kita tunggu dululah hasil dari uji lab,” tutur-nya.

Sementara itu, Endi Agustin pemilik Fresh Bir menampik jika bau yang meresahkan warga itu berasal dari limbah tempat usahanya.
Pria ini memastikan, jika limbah dari hasil pengolahan gandum, air, dan ragi yang merupakan bahan pokok untuk pembuatan bir di tempatnya itu sama sekali tidak mengalir ke drainase di lingkungan sekitar tempat usahanya.

”Air limbah sisa fermentasinya ini kami tampung di dalam tangki. Limbah itu biasanya diambil sama orang kebun untuk dijadikan pupuk. Kalau sisa minuman dari pengunjung kami tampung di dalam jeriken. Jadi kami pastikan tidak ada air limbah di sini yang kami buang ke drainase,” tuturnya.

Terkait dengan dugaan warga yang mengatakan, jika bau tak sedap tersebut berasal dari limbah hasil produksi bir ini. Endi menyebutkan, sebaiknya hal tersebut dibuktikan melalui uji laboratorium. ”Kalau soal itu lebih baik di uji di laboratorium saja,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Endi juga menuturkan, dalam sebulan pihaknya mampu memproduksi sebanyak 400 liter bir dari hasil fermentasi gandum, ragi, dan gula.

”Kalau dalam satu malam itu bisa menghabiskan kira-kira 10 literlah,” tuturnya.

Di tanya soal izin dari tempat usaha ini, Endi mengaku, jika tempat usahanya itu sudah mengantongi izin resmi dari instansi terkait. Salah satunya kata dia izin layak produksi yang dikeluarkan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru. ”Sebelum ini buka kami sudah di uji oleh pihak BPOM Pekanbaru. dan izinnya pun ada,” katanya. (Zulfikar)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 9, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: