Ekstambang Bauksit Dibiar Gundul


KERING :  Seorang warga Sungai Timun, menunjuk lokasi bekas penampungan limbah bauksit yang sudah mengering. Sebagian besar bekas tambang bauksit belum direklamasi. f-abas/tanjungpinang pos

Krisis Air Berkepanjangan

Tanjungpinang – SEJAK tambang bauksit tutup setahun lalu, kondisinya terkesan terlantar dan dibiarkan begitu saja. Terpantau, nyaris seluruh kawasan bekas tambang bauksit di Senggarang dan Dompak, bentuknya masih sama seperti waktu masih dikeruk.

Bedanya, kini di lokasi itu sudah tidak tampak lagi alat-alat berat yang menggali bauksit. Yang tersisa hanya hamparan luas dan retakan tanah kosong di bekas kolam pencucian bijih bauksit.

Ratusan hektare lahan di Tanjungpinang habis digunduli saat mengorek bijih bauksit. Hasilnya sudah terjual. Kini yang tersisa hanya lahan gersang yang terkesan dibiarkan begitu saja.

Tidak ada tumbuhan atau pepohonan yang tumbuh di sana untuk menghijaukan kembali tambang bauksit tersebut. Saat ini, sumur warga pun selalu kekeringan terlebih di saat musim kemarau.Beda dengan pengakuan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang Adnan tentang situasi ini.

Ketika dimintai tanggapannya perihal kondisi lahan gersang ini, ia menyebutkan jika saat ini dari 11 perusahaan tambang, sudah ada beberapa perusahaan tersebut yang melakukan reklamasi bekas tambang ”Sudah ada berapa perusahaan.Masing-masing ada yang 30 persen-50 persen (progres reklamasinya),” ujar Adnan yang ditemui di halaman Gedung Badan Arsip Perpustakaan dan Museum Kota Tanjungpinang, Jumat (17/4).

Namun sayangnya pada waktu itu, pria yang juga merangkap sebagai Ketua KONI Kota Tanjungpinang ini tidak dapat menyebutkan secara detail jumlah perusahaan yang sudah melakukan reklamasi dan berapa yang belum.Pada waktu itu dia malah mengimbau agar perusahaan yang belum melakukan reklamasi di lokasi bekas tambang untuk segera melakukan penghijauan di lokasi tersebut.

Jika tak sanggup, maka disarankan agar dana jaminan yang merupakan modal untuk melakukan reklamasi diserahkan ke Pemerintah Kota Tanjungpinang. Baru kemudian dicarikan pihak ketiga yang akan melakukan reklamasi bekas tambang tersebut.

”Kita mengimbau sesegara mungkin melaksanakan kewajibannya,” katanya mengimbau.

Ditanya apakah ada batas waktu untuk pelaksanaan reklamasi ini, Adnan menyebutkan benar ada batas waktunya. Namun sayangnya, mantan Kadispora Kota Tanjungpinang ini mengatakan lupa kapan batas waktunya.

”Ada deadline waktunya. Tapi kapan pastinya saya tidak ingat,” ucapnya sambil berlalu.

Di lain pihak Direktur Alim Kepri Kherjuli menuturkan, atas kondisi saat ini dia menilai Pemerintah Kota Tanjungpinang dianggap tidak pro terhadap lingkungan.

”Pemda dengan kewenangan yang ada, harusnya mampu menata ulang sistem dan mekanisme reklamasi lahan pasca tambang. Harus pro terhadap lingkungan, kehidupan sosial warganya dan harus berpihak kepada keselamatan bumi yang menjadi otoritasnya,” tegasnya.

Kherjuli menambahkan, jika dilihat dari fakta yang ada, seharunya Pemerintah Kota Tanjungpinang bersikap tegas dengan menentukan batas waktu kepada perusahaan-perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi pasca tambang. ”Kalau tidak, akan menganga terus lahan-lahan pasca tambang itu,” ucapnya.

Dia menyebutkan, lambat laun bila kondisi ini terus dibiarkan tentu akan berdampak kepada menurunnya daya dukung lingkungan.

”Pasokan oksigen (O2) dari setiap produksi pohon berkurang. Daya dukung lahan terhadap air menurun. Panas suku meningkat. Dan banyak lagi dampaknya,” tuturnya.

Untuk itulah, sangat diharapkan agar Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat lebih peduli lagi dalam hal penyelamatan lingkungan. Salah satunya, kata dia, mungkin Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan segala kewenangan yang ada dapat lebih tegas lagi dalam menerapkan dan membuat aturan yang berkaitan dengan lingkungan.

”Harus ada kebijakan yang tegas yang dibarengi sangsi-sangsi yang tegas pula dari Pemda setempat. Selain itu harus juga lebih sering memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.(ZULFIKAR)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 29, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: