SWRO Cuma untuk Pajangan


Sumber: Tanjungpinang Pos

SWRO: Seorang pekerja tampak tengah beraktivitas di proyek Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Proyek ini dimulai sejak tahun 2011 diprogramkan, tapi hingga sekarang tak kunjung beroperasi dan membuat kecewa Kementerian PU.  F-ADLY BARA HANANI/TANJUNGPINANG POS

Dua tahun setelah dibangun, instalasi pengolahan air minum atau sea water reserve osmosis (SWRO) yang berlokasi di komplek TNI AL, Batu Hitam, Kota Tanjungpinang tak kunjung dioperasikan. 

Tanjungpinang – Padahal, sebagian masyarakat berharap agar instalasi pengolahan air laut itu dapat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Gurindam ini.Beberapa warga Kota Tanjungpinang ketika dimintai komentar terkait hal ini banyak yang menuturkan, jika proyek pembangunan instalasi air tersebut terkesan sia-sia.

”Setahu saya dari media, kalau sampai saat ini itu belum bisa berfungsi ya. Jadi, sama saja kan itu sia-sia,” sebut Agus, warga Jalan Ir Sutami, Selasa (23/3).

Agus melanjutkan, pemerintah pusat selaku pihak yang membangun instalasi tersebut juga terkesan tidak serius dalam memberikan bantuan. Sebab, dari berbagai informasi yang dia peroleh instalasi tersebut sampai sekarang belum diserahkan dari pusat ke daerah.

”Yang saya baca koran, kalau instalasi itu belum diserahkan ke daerah. Jadi daerah pun tak bisa juga nak buat apa-apa. Akhirnya tebiar macam gitulah,” tuturnya.

Senada dengan Agus, Surya warga Jalan Pancur, Kota Tanjungpinang mengatakan, jika saja instalasi tersebut beroperasi tentu akan dapat menjadi salah satu andalan masyarakat Kota Tanjungpinang ketika musim kemarau tiba.

”Kalau saja itu jalan, ketika kering seperti ini. Masyarakat pasti tak susah lagi cari air,” ujarnya. Untuk itu, sebagai masyarakat, dirinya hanya mampu berharap agar instalasi pengolahanair yang didanai dari duit rakyat tersebut dapat segera beroperasi.

Terkait akan SWRO ini, belum lama ini Ketua LSM Alim Kherjuli pernah mengatakan, ada beberapa hal yang membuat proyek SWRO tersebut menjadi terkesan tak terpakai. Salah satunya karena, terkendala masalah listrik.

”Pasokan listrik PLN belum tersedia. Terus masalah jaringan pipa distribusi (pipa sekunder) berstandar air yang langsung layak diminum yang masih minim terpasang dalam sistem jaringan distribusi PDAM. Lalu masalah pipa-pipa persil milik pelanggan yang masih banyak menggunakan jenis pipa paralon yang bukan standar pipa untuk air yang langsung layak diminum,” sebut Kherjuli.

Persoalan tidak hanya sampai disitu saja, ke depan akan ada permasalahan lagi yaitu menyangkut kisaran harga air yang harus dibayar pelanggan.

”Jika ditetapkan dengan harga saat ini (tanpa ada kenaikan harga) maka diprediksi, akan terjadi lonjakan biaya operasional PDAM. Karena SWRO butuh biaya yang relatif lebih tinggi dibanding SPAM dengan sistem konvensional seperti di Gesek dan Sei Pulai,” tuturnya.

Akhirnya, kata dia, Pemprov Kepri juga yang akan menanggung beban biaya operasional PDAM nantinya. Dengan begitu, secara tidak langsung, pelanggan SWRO akan mendapatkan subsidi harga air.

”Mestinya, kalau kita berbicara prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya air yang berkeadilan, subsidi diberikan kepada Rumah Tangga Miskin supaya mendapatkan hak-hak dasar mereka terhada air. Ini terbalik, cakupun layanan SWRO itu justru berada di wilayah kota yang notabene para pelaku usaha dan pebisnis,” tukasnya.Namun, kata dia, jika dinaikkan sesuai harga yang layak untuk sistem SWRO sekarang ini, itu bisa mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per meter kubiknya.

”Harga itu 3 hingga 4 kali lebih tinggi dibanding harga saat ini yang cuma Rp 2.600/m3. Tentu sulit bisa diterima dalam kondisi perekonomian seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri Rudi Chua mengatakan, SWRO ditargetkan akan beroperasi pada Oktober 2015.

”Itu asumsinya jika seluruh pekerjaan pipa selesai dikerjakan,” sebutnya.

Politisi dari Partai Hanura ini melanjutkan, selama ini yang menjadi kendala untuk pengoperasian instalasi tersebut adalah belum terpasanganya seluruh Jaringan Pipa Utama (JPU) yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pendistribusian air dari instalasi tersebut.

”Ada beberapa JPU yang belum selesai dipasang seperti di Jalan Tambak dan di Jalan Gambir,” tuturnya.

Pekerjaan tersebut, kata dia, tidak bisa dikerjakan pada tahun ini karena jalan di kedua kawasan tersebut baru selesai diaspal dan harus menunggu hingga masa pemeliharaan jalan tersebut selesai pada Maret 2015.Praktis, kata dia, untuk pemasangan pipa tersier yang menjadi tanggung jawab Pemprov Kepri dan pemasangan pipa persil yang merupakan tanggung jawab dari Pemko Tanjungpinang tidak bisa dikerjakan.

”Akibatnya inilah yang membuat SWRO ini terhambat pengoperasiannya,” ujarnya.

Perlu Antisipasi Krisis Air
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto mengatakan, krisis air bersih di Pulau Bintan makin parah. Pemerintah harus bertindak cepat mengatasinya. Karena sumber mata air di Pulau Bintan termasuk di Tanjungpinang minim.
Menurutnya, status hutan lindung yang sudah dicabut Kementerian Kehutanan di Kepri khususnya di Pulau Bintan, bisa berdampak pada krisis air bersih di Pulau Bintan terutama di Tanjungpinang.

”Sebab, hutan lindung yang sudah dicabut bisa saja nanti dimanfaatkan untuk pembangunan baik pembangunan properti, pembangunan kawasan industri,” jelasnya, kemarin.

Jika hutan lindung sudah dijadikan lahan pembanguna, maka daya serap air tidak ada lagi. Sehingga kekeringan air bersih akan selalu mengamcam. Ia mencontohkan, dulu di Bintan sudah disiapkan catchment area (daerah resapan air). Hal itu dikarenakan adanya rencana pemerintah untuk membangun lima waduk. Rencananya, air bersih ini akan dijual ke Singapura. Itulah program Pemkab Bintan dulu. Tapi, sekarang gagal dan tak terwujud.

”Ada SWRO kita yang miliaran harganya, tapi tak difungsikan. Walaupun difungsikan juga tidak bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat,” bebernya. Menurut pengusaha ini, solusinya, pemerintah harus menambah dam, memperbaiki dam Sungai Pulai.

”Membuat Dam seperti di Batam. Mulai sekarang kalau tidak kita akan kekurangan air bersih untuk dua tahun ke depan,” bebernya.

Menurutnya, masyarakat sekarang ini sudah merasakan krisis air bersih. Masih banyak warga belum mendapatkan pelayanan air bersih. Bagi warga yang sudah mendapatkan pelayanan air bersih, itupun air mengalir hanya 6-7 jam sehari.

”Pemko Tanjungpinang harus membebaskan lahan untuk dibuat wam. Lokasi bekas tambang bauksit juga cukup baik dibuat dam,” bebernya.

Kemudian, ia meminta agar SWRO dioperasikan segera. Jika SWRO dioperasikan, minimal bisa membantu warga walaupun harganya nanti cukup mahal.Air produksi SWRO mahal karena biaya produksinya mahal. Sebab, butuh biaya besar untuk menjadikan air laut yang mengandung garam menjadi air tawar. Menurutnya, harga perkubitnya bisa tiga kali lipat mahalnya dengan air yang diproduksi PDAM Tirta Kepri.

”Contoh air bersih dari PDAM Tirta Kepri misalnya per kubitnya hanya Rp 1.000. Maka air bersih dari SWRO bisa saja per kubitnya Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu,” bebernya.

Bangun DAM Kawal 2016
Sementara itu, untuk memenuhi keperluan air bersih di Pulau Bintan, Pemprov Kepri kerja sama dengan Satker Air BWS Sumatera Kementerian PU akan membangun dam Kawal.

Tahun 2015 ini, sedang dibuat Detailed Engineering Design (DED)-nya. Sebelum DED dibuat, Pemprov, Pemkab Bintan dan Kementerian PU serta PDSAm Tirta Kepri sudah melakukan peninjauan ke lokasi. Dari hasil kajian kelayakan atau Feasibility Study (FS), dam ini memiliki kapasitas produksi 400 liter per detik.

Awalnya, waduk ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Kepri. Seiring dengan kebutuhan air bersih yang makin mendesak, akhirnya pembangunan Waduk Kawal masuk dalam rencana pembangunan janga pendek.Gubernur Kepri HM Sani mengatakan, direncanakan juga membangun Waduk Busung dengan kapasitas sekitar 1.500 liter per detik. Namun, pembangunan waduk ini masuk jangka panjang. (REDAKSI)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 16, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: