Siapkan Sungai Carang Jadi Ikon Wisata Baru!


Sungai Carang

”Jual” Lewat Event Daerah

Tanjungpinang – Dalamdua tahun terakhir, sudah ada dua event wisata yang digelar di Kawasan Sungai Carang. Hasilnya, luar biasa dan memuaskan. Kini, di balik kesuksesan dua kegiatan itu, muncul pandangan, Kawasan Sungai Carang harus dibenahi. Tentu, kita masih ingat, penyelenggaraan Festival Sungai Carang yang diprakarsai Chairman Riau Pos Group Rida K Liamsi di akhir tahun 2013 lalu.

Nama Sungai Carang pun tiba-tiba terangkat saat itu. Baru- baru ini,event Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang, Dragon Boat Race juga mendapat pujian dari berbagai pihak terkait tempat pelaksanaannya.

Pembenahan tentu bisa dilakukan dengan berbagai hal. Mulai dari penetapan sempadan sungai sampai pembangunan sarana dan prasarana di lokasi itu. Bahkan, view-nya yang bagus harus dijadikan andalan wisata Tanjungpinang.

Direktur LSM Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri, Kherjuli mengatakan, keberadaan Sungai Carang sudah harus diperhatikan pemerintah ke depan. Kawasannya yang alami dipelihara dan tidak boleh lagi jadi objek jarahan penambang bauksit yang hanya memikirkan untung sepihak.

“Dari pengamatan kami, khususnya di bagian hulu Sungai Carang yang dijadikan tempat event Dragon Boat Race, terlihat tumpukan tanah bauksit melebihi batas alami bahu sungai. Pohon api-api dan mangrove yang menjadi batas alami permukaan sungai, musnah. Itu Harus diperhatikan,” kata Kherjuli, kemarin

Sebagai solusi, kata dia Pemerintah Kota Tanjungpinang harus segera menetapkan sempadan Sungai Carang. Dengan begitu akan mempermudah semua pihak untuk melakukan upaya konservasi sungai, pengembangan sungai dan pengendalian daya rusak air sungai di kemudian hari. Kherjuli sempat mengingatkan, regulasi atau aturan untuk pengelolaan itu sudah ada, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

“Tinggal implementasinya lagi. Lebih cepat lebih baik,” tukasnya. Sementara itu, di tempat terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Rahma berpendapat, Sungai Carang harus menjadi ikon Kota Tanjungpinang.

“Olahraga yang digelar di Sungai Carang harus menjadi ikon bagi warga Tanjungpinang. Kita lihat animo masyarakat untuk menyaksikan Dragon Boat Race cukup ramai,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan Tanjungpinang ini memiliki pemikiran, sebaiknya kawasan Sungai Carang perlu dibenahi, termasuk juga dari sisi infrastrukturnya. Mungkin saja, dibangun seperti restoran yang bagus di lokasi itu. Tentu, sarana lain juga disiapkan. Misalnya tempat MCK.

“Turis sukanya objek wisata yang masih alami. Sungai Carang dengan view hutan bakau dan jembatan Engku Putri. Ditambah dengan hadirnya restoran di sana, menambah tempat wisata baru di Tanjungpinang,’ tegasnya.

Ternyata, Pemko Tanjungpinang juga sudah menerima masukan dari tim UGM Yogyakarta baru-baru ini, terkait pemanfaatan kawasan Sungai Carang. Kawasan Sungai Carang dikatakan memiliki view yang bagus, hingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Orang UGM mengusulkan supaya Sungai Carang dilestarikan. Karena, view dan bagus dijadikan objek wisata bahari dan wisata sejarah,” kata Riono, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang.(DESI LIZA P)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 8, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: