Lanud Tanjungpinang Tanam 1.000 Pohon Sirih


TANJUNGPINANG (HK)-  Demi menjaga serta mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan flora identitas Kepulauan Riau, Pangkalan Udara (Lanud) Tanjungpinang bekerjasama dengan alumni SMPN 3 Tanjungpinang, dan LSM Alim melakukan gerakan menanam 1.000 bibit pohon sirih di beberapa lokasi yang ada di Kota Tanjungpinang.
“Kegiatan ini dalam rangka pelestarian lingkungan hidup dan juga untuk  mempertahankan serta memperkenalkan sirih sebagai flora identitas Kepulauan Riau,” ujar Komandan Lanud (Danlanud) Tanjungpinang Letkol PNB Hendrayansyah, di Markas Komando (Mako) Lanud di  Jalan Nusantara Km 12,5, Kota Tanjungpinang, Rabu (10/9).

Hendra menyampaikan, 1.000 bibit pohon sirih tersebut nantinya akan dibagikan kepada anggota Lanud Tanjungpinang. Kemudian juga  akan disebarkan ke masyarakat dan sekolah-sekolah baik SD dan SMP.

“Penyebaran bibit sirih itu nantinya juga bekerja sama dengan BLH Kota Tanjungpinang dan BLH Provinsi Kepri.
Semoga dengan kegiatan ini dapat memotivasi warga Kepri lainnya untuk membudiyakan sirih sebagai identitas flora asli Kepri,” harapnya.

Hendra menyebutkan, selain sirih, Lanud Tanjungpinang juga akan melakukan penanaman bibit Pohon Tanjung, Pohon Gaharu, dan Pohon Trembesi di empat lokasi yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Mungkin berawal dari sini kita akan coba untuk menggalakkan penanaman pohon supaya Kota Tanjungpinang bisa lebih hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan apresiasi kepada Lanud Tanjungpinang dalam kegiatan penghijauan dan pengembangan flora identitas Kepri.

“Pemko memberikan apresiasi kepada Lanud Tanjungpinang. Karena, di samping melaksanakan aktivitas militer, Lanud  masih sempat memikirkan lingkungan,” ujar Lis.

Lis menyebutkan, gerakan pencanangan penanaman 1.000 bibit Pohon Sirih ini menjadi motivasi dari Pemerintah Kota Tanjungpinang agar ke depan juga ikut melakukan kegiatan serupa.

Lis juga menuturkan, sirih selain menjadi tanaman historikal, juga memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan sehari-hari.

“Kalau zaman dulu Raja yang mau dilantik itu menggunakan sirih yang besar (cogan). Kini sirih dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti pengobatan dan juga di berbagai acara adat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua LSM Air, Lingkungan, dan Manusia (Alim) Provinsi Kepri, Kherjuli menuturkan, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh pihaknya menunjukkan 99,9 persen murid SD di Kota Tanjungpinang tidak mengenal flora identitas asli Kepri.

“Ironisnya mereka lebih tahu flora identitas dari daerah luar seperti Raflesia. Ketika kami tanya ternyata sirih tidak termasuk dalam muatan lokal yang diajarkan di sekolah,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, penetapan sirih sebagai flora identitas Kepri sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 533 tahun 2010 tentang flora dan fauna Provinsi.

Berdasarkan keputusan itu, kata Kherjuli, ditetapkanlah sirih sebagai flora identitas Kepri dan Ikan Kakap merah sebagai fauna identitas Kepri.

“Kami menyambut baik apa yang dilakukan oleh komandan yang bersedia melakukan gerakan pencanangan pengembangan flora identitas daerah ini,” ujarnya. (cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 8, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: