Baru 9% Cuci Tangan Pakai Sabun


TANJUNGPINANG (HK) – Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Forum Kota Tanjungpinang Sehat (FKTS) selama Desember 2013 hingga Agustus 2014, baru 9 persen penduduk Tanjungpinang yang mencuci tangan menggunakan sabun setelah buang air besar (BAB).
“Dari hasil studi menunjukkan terdapat sembilan persen penduduk Tanjungpinang yang mencuci tangan pakai sabun untuk lima waktu,” ujar Ketua Forum Kota Tanjungpinang Sehat, Kherjuli, Minggu (24/8).

Kherjuli mengatakan, lima waktu cuci tangan itu seperti sebelum makan, sesudah makan, sesudah BAB, sebelum menyusui, dan sesudah beraktivitas.

Dari hasil studi tersebut menunjukkan, rendahnya pemahaman menjadi faktor utama yang menyebabkan minimnya kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan menggunakan sabun di lima waktu tersebut.

“Mereka hanya mencuci tangannya tanpa menggunakan sabun. Padahal tradisi makan kebanyakan masyarakat kita belum menggunakan sendok alias makan dengan tangan kosong,” tuturnya.

Padahal saat ini Kota Tanjungpinang sudah mencanangkan gerakan Tanjungpinang Sehat (GTS) untuk menuju Kota Sehat pada tahun 2015 mendatang. Untuk itulah, kata dia, dalam waktu dekat ini FKTS akan bekerjasama dengan mahasiswa Poltekes dan Stisipol untuk membuat gerakan sehat cuci tangan pakai sabun dengan membagikan 1.000 sabun kepada masyarakat.

“Insya Allah minggu depan kita mulai, selain membagikan sabun, mahasiswa-mahasiswi itu juga dapat mengedukasi masyarakat ditempat tinggal mereka masing-masing,” jelasnya.

Selain gerakan mencuci tangan. Saat ini kata dia FKTS juga telah membentuk Forum Komunikasi Kelurahan Sehat dan POKJA Kelurahan sehat.

“Saat kita juga tengah menyusun dokumen kota sehat Tanjungpinang untuk dua tatanan kesehatan. Yaitu tatanan Kawasan Pemukiman Sarana dan Prasarana sehat, dan yang kedua tatanan Kehidupan Masyarakat yang sehat dan Mandiri,” terangnya.

Sejak dicanangkan oleh disahkan oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah pada Januari lalu, Kherjuli mengatakan, fokus utama program kerja dari FKTS yang utama adalah menyiapkan dua tatanan tersebut untuk dinilai oleh Provinsi.

“Dengan begitu, akan diketahui nantinya kelemahan dan kekurangan disemua indikator yang ada pada tatanan tersebut agar di lapangan benar-benar dapat dirasakan gerakan masyarakat untuk menjadikan hidup lebih bersih, nyaman, aman dan sehat,” ujarnya.

Seperti diketahui pada April lalu, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah mencanangkan Gerakan Tanjungpinang Sehat (GTS). Tujuannya agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat, gerakan ini juga untuk mencapai predikat Kota Sehat 2015.

“Gerakan ini merupakan komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan kondisi kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat,” ujar, Kherjuli, Kamis (10/4) yang lalu.

Forum yang dibentuk Desember 2013 dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Walikota pada Januari 2014 ini dapat menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat dan untuk melaksanakan aksi sesuai Sembilan Tatanan Kesehatan.

Forum Kota Sehat membicarakan empat dari Sembilan Tatanan Kesehatan yakni kawasan pemukiman sarana dan prasana sehat, kawasan pariwisata sehat, kawasan tertib lalu lintas sehat dan kawasan kehidupan sosial sehat.

Dua tahun kedepan, kata dia, forum mengejar target kawasan pemukiman sarana dan prasarana sehat dan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri. Namun, karena Pemko Tanjungpinang telah melakukan penataan kawasan tertib lalulintas dan pelayanan transportasi serta merencanakan kawasan pariwisata sehat, maka targetnya menjadi empat tatanan.

Pencapaian indikator tatanan kesehatan akan dinilai oleh tim dari Kementerian Kesehatan. Dan kabupaten/kota yang mampu mencapai bobot nilai baik akan diiberi penghargaan dari pemerintah pusat. “Tapi yang kita kejar bukan reward-nya yang utama, melainkan perubahan perilaku menuju hidup bersih, nyama, aman dan sehat,” ujarnya.

Secara teknis, Kherjuli melanjutkan, Pemko Kota Tanjungpinang akan mengajukan kawasan-kawasan sehat tadi ke Gubernur Kepri, kemudian gubernur yang akan mengajukannya ke Kementerian Kesehatan untuk dinilai.

“Pemko Tanjungpinang akan mengajukan ke gubernur setelah dua tatanan kesehatan dapat dicapai. Sekitar bulan September 2014 sampai awal 2015,” ujarnya.

Hasil dan penentuan apakah Kota Tanjungpinang sehat dapat meraih predikat Kota Sehat, baru akan diketahui pada September 2015 mendatang. (cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 8, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: