99,9 Persen Siswa Tak Kenal Flora Identitas Kepri


Pemda Kurang Sosialisasi

TANJUNGPINANG (HK) – Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh LSM Air, Lingkungan, Alam, dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri pada Januari 2014 silam. Tercatat 99.9 persen siswa sekolah dasar (SD) dan menengah di Kota Tanjungpinang rata-rata tidak mengetahui jika sirih merupakan flora identitas Provinsi Kepri. Padahal indentitas Kepri ini telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 533 tahun 2010 tentang flora dan fauna Provinsi Kepri.
“Sebagian besar siswa lebih mengetahui flora identitas daerah lain dibandingkan dengan flora identitas Kepri. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi di sekolah akan frola indentitas Kepri,” ujar Direktur LSM Alim, Kherjuli kepada Haluan Kepri, Kamis (11/9).

Kherjuli mengatakan, dari penelitian yang dilakukan oleh LSM-nya dengan menggunakan metodologi kuantitatif yaitu metodologi penelitian yang menggunakan pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah yang berasal dari sampel orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka tentang sesuatu hal.

“Survai ini kami lakukan di beberapa sekolah yang ada disetiap kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang. Jadi benar-benar akurasi,” jelasnya.

Dari penelitian itu kata dia, terungkap ternyata selama ini tidak pernah ada mata pelajaran wajib ataupun muatan lokal yang menjelaskan kalau sirih adalah flora identitas dari Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu Pemerintah Daerah selama ini juga tidak pernah melakukan sosialisasi tentang flora identitas daerah ini kepada siswa maupun kepada masyarakat.

Padahal, penetapan sirih sebagai flora identitas Provinsi Kepri sebenarnya sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 533 tahun 2010 tentang flora dan fauna Provinsi. “Dari keputusan itu ditetapkanlah sirih sebagai flora identitas Kepri dan Ikan Kakap merah sebagai fauna identitas Kepri,” terangnya.

Ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menampik jika selama ini Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak pernah mensosialisasikan hal tersebut. Hanya saja diakuinya selama ini sosialisasi yang dilakukan memang belum sepenuhnya maksimal. “Selama ini sudah pernah disosialisasikan.  Hanya saja memang sosialisasi itu belum sepenuhnya maksimal,” tuturnya.

Apakah sirih nanti akan dimasukkan ke dalam mata pelajaran wajib dan juga muatan lokal. Dikatakan olehnya hal itu sepenuhnya merupakan kebijakan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tanjungpinang. “Pemerintah juga akan lebih gencar lagi melakukan sosialisasi sehingga nanti tidak terjadi lagi salah paham dan tidak ada lagi persepsi yang berbeda-beda tentang flora identitas daerah kita,” katanya.

Salah satu strategi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam waktu dekat ini kata dia, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menggandeng Lembaga Adat Melayu (LAM) untuk bersama-sama ikut mensosialisasikan flora identitas daerah kepada siswa dan juga masyarakat Kota Tanjungpinang.

“LAM  dalam waktu dekat akan melaksanakan kegiatan bersama dengan masyarakat dan seluruh guru di Kota Tanjungpinang untuk memberikan pemahaman tentang adat istiadat Melayu. Sirih juga termasuk di dalamnya nanti,” jelasnya.

Sementara itu Dosen Tradisi Melayu FKIP UMRAH, Muharroni mengatakan, jika nanti sirih jadi dimasukkan dalam mata pelajaran wajib dan muatan lokal. Sebaiknya jangan hanya sekedar teori saja.

“Karena orientasi pendidikan budaya itu seharusnya langsung dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi lebih berkesan,” ujarnya.

Roni juga berharap, adanya peran serta dari LAM Kepri maupun LAM Kota Tanjungpinang untuk bersama-sama pemerintah daerah mensosialisasikan sirih sebagai flora identitas daerah Provinsi Kepri.(cw77).

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 8, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: