Sulit Capai MDGs 2015 dari Sektor Air Bersih


Posted by: Redaksi 26 Agustus 2014 in Pro Kepri Komentar Dimatikan

 PASANG PIPA : Sejumlah pekerja sedang memasang pipa air bersih PDAM di Batu 12, belum lama ini. Saat ini, PDAM memasang pipa ke beberapa tempat lain baik di Bintan dan Tanjungpinang. F-adly bara hanani/TANJUNGPINANG pos

TANJUNGPINANG – KetuaLSM ALIM Tanjungpinang, Kherjuli menilai empat tahun kepemimpinan Gubernur Kepri HM Sani belum menunjukkan adanya peningkatan pelayanan kebutuhan air minum bagi warga Tanjungpinang dan Bintan.Kherjuli mengatakan, cakupan pelayanan PDAM Tirta Kepri baru 42,3 persen dari jumlah penduduk. Masih jauh berada di bawah rata-rata cakupan pelayanan air minum secara nasional yang seharunya mencapai 52,16 persen.

“Kita masih di bawah rata-rata. Bagaimana bisa mencapai target MDGs 2015 sebesar 67 persen untuk penduduk perkotaan? Tidak akan mungkin terkejar,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, beberapa waktu lalu.

Sebenarnya, masyarakat tak mau ambil tahu soal angka-angka dan target. Namun terpenting bagaimana masyarakat bisa menikmati air minum untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

Masyarakat sudah sangat lama menanti janji-janji gubernur yang menyebutkan akan melayani 4.000 sambungan baru melalui proyek Waduk Sei Gesek di awal tahun 2013. Lalu berubah lagi di akhir 2013 dan awal tahun 2014.

Selain masalah pembangunan waduk yang belum rampung, paket IPA juga tidak disejalankan dengan pemasangan jaringan distribusi atau pipa sekunder ke sejumlah kawasan yang belum terjangkau PDAM.

Sehingga warga yang akan memasang sambungan baru tidak bisa dilayani alias masih menjadi daftar tunggu setia. Seharusnya, ada pekerjaan jaringan pipa distribusi ke kawasan yang belum mampu dilayani PDAM sebagai satu kesatuan SPAM. Tapi kenyataannya tidak.

Unit SPAM itu terdiri dari unit air baku, unit produksi, unit distribusi dan pelayanan. Barulah bisa dirasakan oleh masyarakat. Kalau seperti ini, kita hanya bisa menonton dan menunggu alasan demi alasan. Ironisnya, di saat warga menunggu hak-hak dasarnya yang sudah lama tertunda, PDAM malah mengklaim memperoleh laba.Direktur PDAM Tirte Kepri Abdul Kholik mengatakan, untuk masyarakat Tanjungpinang sudah terlayani air bersih sekitar 45 persen.

“Kita masih kekurangan air baku saat ini,” ujarnya via ponselnya kemarin. (dlp/mas)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 7, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: