Solusi Banjir Pemuda, Tunggu Kolam Penampungan


Sumber : Tanjungpinang Pos,  7 Juni 2014 in Pinang Metropolis Leave a comment

Robert Pasaribu

TANJUNGPINANG – Pembuatan box culvert untuk mengatasi banjir di Jalan Pemuda belum berfungsi maksimal. Buktinya, saat hujan deras seperti terjadi dua hari lalu, jalan ini tetap tergenang seperti sebelumnya.

Apa yang terjadi di Jalan Pemuda? Apakah box culvert yang dibangun hanya akan sia-sia?  Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang, Robert Pasaribu, cepat-cepat membantah box culvert itu akan sia-sia. Hanya, menurutnya, mengatasi banjir di Jalan Pemuda tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Belum bisa mengatasi banjir dengan satu box culvert itu. Hanya saja dengan adanya itu, aliran air tidak tersumbat lagi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (6/6).

Robert mengakui, banjir di Jalan Pemuda akan teratasi setelah dibangun folder atau bak penampung yang bisa menampung air sebelum dikirim ke laut. Air dari folder penampungan ini nanti bisa disedot menggunakan pompa dan dikirim ke laut.

Folder penampungan atau bendungan yang bisa buka dan tutup itu sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Rencananya dibangun di belakang SMPN 6 Tanjungpinang.Hanya, tahun ini anggarannya belum ada. Anggaran dengan jumlah besar untuk pembangunan folder itu diharapkan dapat dicucurkan dari APBN dan APBD Provinsi Kepri.

Perlu Dukungan Masyarakat
Sementara itu, Ketua LSM Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kherjuli, ketika dimintai tanggapannya soal banjir yang masih terlihat di Jalan Pemuda mengatakan, hal yang paling perlu diperhatikan saat ini adalah, peran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dengan membuang sampah sembarangan, drainase yang ada nanti akan tersumbat. Bahkan, box culvert yang ada pun bisa saja tidak berfungsi.

Soal belum berfungsinya box culvert itu saat ini, ia berpendapat, memang sudah tepat apa yang direncanakan pemerintah. Pembuatan bendungan penampung itu sudah tepat. Untuk itu, perlu juga dukungan masyarakat untuk kesediaan lahannya diganti rugi.

“Bahkan, DED-nya juga sudah ada,” imbuhnya.

Box culvet yang dibangun tahun 2013 lalu, menurutnya, tidak sia-sia. “Masih ada lagi tahapan lain yang harus dilakukan Pemko,” kata Kherjuli. (cr19/dlp)

 

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 7, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: