Pemprov Kepri Disarankan Bentuk TKPSDA


Bangun 2 Waduk di Bintan

TANJUNGPINANG (HK) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) disarankan membentuk Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber daya Alam (TKPSDA) terkait rencana pembangunan dua waduk di Kabupaten Bintan. Dalam tim tersebut, harus termasuk Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Batam Bintan sebagai lembaga yang mengelola Sumber Daya Air di Batam dan Bintan.
Pentingnya tim tersebut mengingat wilayah sungai Batam dan Bintan telah ditetapkan sebagai wilayah sungai strategis nasional.

“Tapi, sampai hari ini TKPSDA wilayah Batam Bintan belum juga terbentuk. Sehingga aspirasi masyarakat melalui organisasi atau asosiasi belum bisa disalurkan,” kata Direktur LSM Air Lingkungan dan Manusia (Alim), Kherjuli di Tanjungpinang, Jumat (18/7).

Menurutnya, sesuai amanat UU No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, keterlibatan masyarakat adalah hal yang sangat penting. Pembentukan TKPSDA ini juga berkaitan dengan rencana Pemerintah Pusat dan Pemprov Kepri untuk membangun DAM di Busung dan Kawal, Kabupaten Bintan.

“Daerah Busung, Bintan memang memiliki potensi sumber daya air yang relatif besar. Tetapi di daerah itu juga terdapat beberapa desa, kebun dan lahan milik warga,” ujarnya.

Kherjuli menyarankan, pembangunan waduk tersebut hendaknya terlebih dahulu melalui kajian. Karena kata dia, dari selentingan kabar menyebutkan jika benar nantinya di lokasi tersebut akan dibikin DAM atau bendungan dikhawatirkan akan menenggelamkam beberapa desa sekitar.

“Untuk itu harus ada kajian lanjutan yang melibatkan masyarakat lokal. Manfaat waduk Busung itu sangat besar bagi menambah ketersediaan air di Pulau Bintan nantinya. Tapi dampak lingkungannya juga harus dikaji secara mendalam. Prinsip pengelolaan sumber daya air tidak boleh dikesampingkan,” tuturnya.

Disampaikannya, pengelolaan sumber daya air harus berorientasi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi secara selaras. Artinya, masyarakat lokal juga harus menjadi perhatian dari dampak pembangunan waduk dan pengelolaaan air bersih.

Tapi, karena TKPSDA wilayah Batam Bintan belum terbentuk, seharusnya Pemprov Kepri juga melibatkan Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Kepri dalam membahas rencana pembangunan waduk di Busung dan Kawal. Karena salah satu tugas DSDA memberikan masukan kepada Gubernur Kepri terkait Pengelolaan Sumber Daya Air yang menjadi kewenangan Pemprov Kepri.

Pengelolaan Sumber Daya Air di Batam dan Bintan merupakan kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Pusat.  Mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan hingga pengawasan.

“Karena air adalah kebutuhan pokok manusia untuk kepentingan bersama,” katanya.

Mimpi Lama

Sementara itu, terkait keinginan Pemprov Kepri menjual air ke negara tetangga Singapura, menurut Kherjuli, merupakan target yang sudah diwacanakan sejak lama, namun tak kunjung terealisasi.

“Di masa Orde Baru, Pemerintahan Soeharto saat itu sudah  merencanakan menjual air ke Singapura. Untuk mendukung rencana tersebut, ditetapkan lahan seluas 38 ribu hektar menjadi kawasan lindung untuk Kawasan Pengembangan Sumber Daya Air (KPSDA) oleh Menteri Kehutanan,” ungkap Kherjuli.

Kherjuli menerangkan, rencana tersebut bahkan sudah sampai kepada tahap penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Singapura pada masa itu.

“Sejak itulah, sebagian lahan yang pada awalnya perkebunan masyarakat menjadi hutan lindung,” tuturnya.

Kata dia, pada saat perjanjian tersebut dilakukan pada waktu itu Kepulauan Riau masih berstatus daerah tingkat II atau kabupaten di bawah Provinsi Riau. Namun, setelah lengsernya Pemerintahan Soeharto, kemudian terwujud era otonomi daerah, yang melahirkan UU No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menggantikan UU No 11 tahun 1974 tentang Pengairan.

Tak lama sesudah itu terbentuk pula Provinsi Kepri dan Kabupaten Bintan.

“Tapi sayangnya rencana untuk menjual air ke Singapura belum juga terealisasi. Dengan kata lain, mimpi lama yang hampir basi oleh perubahan dinamika sosial, politik, ekonomi baik di dalam negeri maupun di negara Singapura itu sendiri,” katanya.

Kherjuli menduga, belum terealisasinya hal tersebut mungkin dikarenakan pada waktu itu ada sedikit ketegangan antara Singapura dengan Johor Malaysia menyangkut harga konsensi air.

“Mungkin saat itu Singapura sebatas melakukan politik ekonomi luar negerinya,” tuturnya.

Menurut dia, lahirnya UU No 7 tahun 2004 maka penjualan air ke negara lain memang masih dimungkinkan. Tapi tentunya dengan catatan, bila kebutuhan lokal sudah terpenuhi.

Kherjuli menyampaikan, jika melihat kondisi saat ini, dimana Bintan termasuk dalam kawasan FTZ dan Perpres RTRW BBK tidak merencanakan penjualan air ke Singapura, maka kata dia bisa saja rencana Pemprov Kepri untuk menjual air ke Singapura akan menjadi basi sama sekali.

“Sudahlah pasir dan tanah kita jual ke Singapura, sekarang air pula yang mau dijual,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Kepri berencana membangun dua waduk di Kawal dan Busung, Kabupaten Bintan. Selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Tanjungpinang, Bintan, keberadaan waduk itu juga ditargetkan mampu menyediakan air bersih untuk masyarakat Batam dan Singapura.

Gubernur Kepri H Muhammad Sani mengatakan, rencana pembangunan waduk yang sebelumnya di Kalang Batang, Bintan akan dialihkan ke Kawal, Bintan. Waduk tersebut diperkirakan akan menghasilkan air bersih sebanyak 500 liter per detik.

“Rencana pembangunan di Kawal akan dimulai pada 2015 mendatang. Feasibility Study (FS) sudah ada dengan harapan selama dua sampai tiga tahun waduk sudah selesai dan bisa digunakan,” ungkap Sani usai rapat di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (17/7).

Gubernur berharap, produksi air dari dua waduk tersebut, nantinya juga dapat dikonsumsi oleh negara tentangga Singapura.

“Saat ini Singapura membeli air bersih dari Johor, Malaysia. Mana tahu ke depannya nanti Singapura beralih dan membeli air bersih dari kita,” kata Sani. (cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 7, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: