Pemko Tanjungpinang Tanam 1.000 Pohon


Sempena Hari Lingkungan Hidup

TANJUNGPINANG (HK) – Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan LSM Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) menggelar aksi menaman 1.000 pohon.
Kegiatan tanam pohon tersebut dilakukan bersempena dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2014.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekedar aksi yang secara seremonial dilaksanakan seluruh dunia. Melainkan untuk mengingat kembali efek lingkungan yang dicemari oleh berbagai aspek,” ujar Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di SMKN 4 Tanjungpinang, Kamis (18/6) pagi.

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, yakni Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim, kata Syahrul, cocok dengan keadaan Kota Tanjungpinang yang luas wilayah daratannya sebanding dengan luas lautan.

“Jika kita telaah lebih mendalam, dengan melindungi ekosistem pesisir, secara tidak langsung kita juga melindungi ekosistem lainnya. Sesungguhnya ekosistem itu tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya, saling berkaitan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem pesisir (ekosistem antara darat dan laut) merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan, baik di ekosistem hulu (darat) maupun hilir (laut). “Untuk itu, kita diwajibkan untuk mengurangi efek rumah kaca yang setiap tahunnya dikhawatirkan semakin tinggi,” ujarnya.

Acara tanam pohon itu juga diikuti oleh anggota TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Sebanyak 300 pohon ditanam di SMKN 4, 700 pohon lainnya diberikan ke universitas dan masyarakat umum di Kota Tanjungpinang.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, Gunawan Grounimo mengatakan, kegiatan tersebut secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan. Ia berharap tidak ada lagi lingkungan yang gersang dan kumuh.

Direktur LSM ALIM Provinsi Kepri, Kherjuli menyebutkan berbagai jenis bibit pohon yang ditanam seperti pohon gaharu, mangga, rambutan, palem, buah roda, mahoni, terembesi dan sengon.

Ia berharap, kegiatan seperti itu dapat menjaga kelestarian lingkungan dan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian warga sekolah dan masyarakat terhadap isu pemanasan global dan perubahan iklim. (cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 7, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: