Anggap Wajar Adipura Lepas


Sumber: Tanjungpinang Pos, 8 Juni 2014 in BERITA UTAMA Leave a comment

Zamzami A Karim

TANJUNGPINANG – Lolosnya penghargaan adipura tahun ini dinilai wajar. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, Tanjungpinang langganan mendapat Adipura.Menurut Zamzami A Karim, tokoh masyarakat Kota Tanjungpinang, memang sudah selayaknya tahun ini Tanjungpinang tidak mendapatkan predikat sebagai kota terbersih.

”Biarkan sajalah, Adipura itu bukan ukuran kota bersih atau tidak,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Sabtu (7/6).

Ia mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, kredibilitas penilaian Adipura itu diragukan. Karena, penghargaan tersebut bisa diperoleh, walau kota Tanjungpinang masih saja kotor. Malah, lanjutnya, sebelumnya masyarakat juga terheran-heran Kota Tanjungpinang bisa meraih piala Adipura.

”Sebenarnya, tahun ini bukan Adipuranya yang lepas, tapi penilaiannya sudah betul,” ucapnya sambil tertawa.

Ia juga menambahkan, kalau dilihat dari dulu sampai sekarang untuk kebersihan Kota Tanjungpinang, sama saja. Hanya saja yang membedakan, Walikota yang dulu lebih rajin memperjuangkan apa pun caranya hingga meraih piala Adipura. Sedangkan, yang sekarang tak terlalu ngotot dengan penghargaan tersebut.”Karena, untuk mendapatkan piala Adipura diperlukan kengototan juga,” singkat Zamzami.

Seperti dilihat, di kawasan pasar lama Kota Tanjungpinang masih sangat kotor. Banyak, sampah yang berserakan di kawasan tersebut. Belum lagi, lihat saja di sepanjang pantai kawasan Jalan Usman Harun sampai Tepi Laut. Masih banyak sampah-sampah di tepian.

“Pertanyaannya, bagaimana bisa Kota Tanjungpinang bisa meraih Adipura tahun lalu, kalau begitu kondisinya,” kata Zamzami.

Sementara itu, Direktur LSM Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM), Kherjuli mengatakan gagalnya Kota Tanjungpinang meraih piala Adipura yang ke-11 diakibatkan sistem penialaian  Adipura sudah semakin ketat. Ditambah lagi, 373 Kabupaten/Kota yang ikut serta sudah lebih baik.

“Kota Tanjungpinang sudah baik, tapi Kota yang lain lebih baik,” imbuhnya.

Kherjuli, yang juga salah seorang tim pemantau Adipura regional Pulau Sumatera juga menambahkan, dilihat dari nilai yang di dapatkan Kota Tanjungpinang tahun ini cenderung sama saja dengan tahun sebelumnya. Namun, dalam pengelolaan sampah, pengomposan, dan pemanfaatan gas metan, 83 Kabupaten dan Kota lain yang mendapatakan pengharagaan tersebut lebih baik.

“Ditambah lagi, program bank sampah sudah semakin menjamur di kota lainnya,” katanya.

Untuk itu, tambahnya, jika Kota Tanjungpinang ingin mendapatkan Piala Adipura, harus bisa meningkatkan kebersihan di Kota Tanjungpinang. Karena, penilaian Adipura bukan main-main, semuanya dinilai oleh dewan pertimbangan Adipura yang notabene para profesor.

“Jadi sangat ketat penilaiannya, karena mencegah agar tidak muncul persepsi “Adipura-pura”,” tukasnya.(cr19)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 7, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: