BLH Tinggal Cek ke Kemen LH


H Ansar Ahmad

Bupati Tak Ingin Gegabah Soal Limbah Batu Bara PLTU Galang Batang

Bintan – Bupati Bintan H Ansar Ahmad memerintahkan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bintan mempertanyakan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) soal limbah sisa penggunaan batu bara PLTU Galang Batang. H Ansar meminta kepastian, apakah sisa penggunaan batu bara bahan bakar PLTU itu tergolong limbah Bahan Beracun Berbaya (B3) atau bukan.

“Saya sudah memerintahkan BLH Bintan agar cek ke Kemen-LH soal limbah atau sisa penggunaan batu bara PLTU Galang Batang,” sebut H Ansar, kemarin.

Menurut H Ansar, Pemkab Bintan bersama Gubernur Kepri sudah mempertanyakan kepada Menteri Perindustrian mengenai limbah sisa penggunaan batu bara PLTU Galang Batang. Dari Menteri Perindustrian menyatakan, sisa penggunaan batu bara itu bukan tergolong limbah B3. Bahkan, sisa batu bara yang digunakan bahan bakar penggerak turbin PLTU itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti bahan pembuatan material bangunan maupun penimbunan jalan sebelum diaspal.

Sementara, lanjut H Ansar, dari Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan, sisa penggunaan batu bara dari PLTU itu tergolong limbah B3 yang bisa merusak lingkungan dan menimbulkan dampak sosial. Dua asumsi itu harus ada kejelasan. Sehingga tidak merugikan perusahaan maupun masyarakat di sekitar PLTU Galang Batang.

“Sebelum ada kejelasan, kita tak bisa gegabah memvonis sisa penggunaan batu bara dari PLTU itu. Meski demikian, kita minta PT CTI Galang Batang yang mengelola PLTU agar mengatasi kemungkinan dampak terhadap lingkungan sekitar sambil mengurus izin penampungannya,” kata H Ansar.

Terpisah Ketua LSM Air Lingkungan dan Manusia (Alim) Provinsi Kepri Kherjuli mengatakan seharusnya PT CTI sudah mengantongi perizinan penampungan limbah. Tentu izin diberikan setelah memenuhi ketentuan standar dalam penanganan limbah dan mendapatkan rekomendasi dari pemerintah. “Tidak ada batasan waktu karena dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bisa diganjar pidana sekurangnya 3 tahun dan denda minimal sebesar Rp 3 miliar,” jelas Kherjuli saat dihubungi, Minggu (11/5).

“Bagaimanapun bisa merusak habitat laut dan berdampak pada lingkungan di sekitarnya,” kata Kherjuli. Di lain hal Kherjuli mengatakan dewan tidak berhak memberikan batasan waktu dalam menangani limbah. Sebab dalam undang-undang juga tidak diatur jika lembaga itu berhak memberikan deadline sampai izin amdal dikeluarkan. “Kalau terus dibiarkan akan menyalahi aturan dalam undang-undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan,” tegas Kherjuli.

“Jangan tunggu Juli. Segera lakukan penyelidikan, dalam hal ini BLH harus tegas agar tidak meluas,” tambah Kherjuli. Kherjuli juga meminta pihak kepolisian tegas dalam menyikapi masalah ini.

General Affair PT CTI Galang Batang Raja Ali Akbar saat dihubungi, kemarin mengatakan PT CTI sudah menyusun rencana dalam program kerja dan sudah melaporkan ke pemerintah. Baik provinsi maupun kabupaten. “Akhir Juli semua sudah selesai,” janji Raja Ali Akbar
Soal izin? Raja Ali Akbar menjelaskan jika pengangkutan limbah dilakukan oleh transporter. Sejauh ini, ada beberapa transporter yang mengajukan jasa pengangkutan limbah. “Sudah beberapa perusahaan yang menawarkan, hanya kami belum memutuskan,” kata Raja Ali Akbar.

Masih kata Raja Ali Akbar, transporter kelak yang akan mengangkut limbah dan membawa ke tempat penampungan. “Izin tergantung transporter,” kata Raja Ali Akbar.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Bintan melakukan sidak ke lokasi PLTU Galang Batang. Dalam kunjungan tersebut, Komisi I meminta agar pihak perusahaan komitmen untuk mengurus izin dan mengangkut sisa pemanfaatan batu bara tersebut sampai akhir Juli mendatang.

“Ini masalah izin pembuatan tempat penampungan limbah, harus diurus. Selain itu, 6 ribuan ton limbah bekas pemanfaatan batu bara itu harus clear sampai Juli nanti,” saran Daeng M Yatir, anggota Komisi I DPRD Bintan usai mengadakan pertemuan dengan manajemen PT CTI yang dipimpin R Ali Akbar, pekan lalu.(YENDI-SUHARDI, SLAMET)

Sumber : Tanjungpinang pos

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 16, 2014, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: