Caleg Promosi di Pohon Semakin Banyak


Sumber : Tanjungpinang pos : Februari 21, 2014  Politika No comments

MARAK: Sejumlah poster caleg  terpasang di pepohonan di jalan masuk  ke Perumnas Sei Jang marak. Foto diambil Kamis (20/2).  F-Krisman Turnip/tanjungpinang pos

MARAK: Sejumlah poster caleg terpasang di pepohonan di jalan masuk ke Perumnas Sei Jang marak. Foto diambil Kamis (20/2).
F-Krisman Turnip/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – SEMAKINmendekati 9 April 2014, semakin banyak caleg yang melanggar aturan kampanye. Semakin banyak ditemukan poster di pasang di pepohonan dan tiang listrik. Caleg mempromosikan dirinya itu dari beragam kontestan, baik untuk caleg DPRD, DPR RI, DPD dan DPRD Kepri.Meskipun, hal itu sudah dilarang sesuai dengan PKPU Nomor 15 tahun 2013 tentang pedoman pelaksana kampanye pemilu anggota DPRD, DPR, dan DPD.

Pantauan Tanjungpinang Pos di jalan-jalan Kota Tanjungpinang terlihat banyak poster, spanduk, serta baliho dari berbagai caleg dan partai politik dipaku dan diikatkan pada pepohonan serta tiang listrik secara tidak beraturan. Bahkan ada satu pohon terpasang 4 poster caleg sekaligus, hampir menutupi batang pohon tersebut.

Seperti alat kampanye di kota-kota lain, poster tersebut menampilkan nama, foto dengan senyum terindah, nomor urut, partai asal, serta daerah pemilihan masing-masing caleg.

Salah satu tempat pelanggaran pemasangan alat kampanye bisa terlihat jelas di depan SMAN 4 Tanjungpinang ke arah dalam gapura masuk Perumnas Sei Jang.Di pinggiran jalan tersebut banyak terlihat caleg yang tersenyum manis kepada pengguna jalan dan warga.

”Saya sebagai warga sangat resah dan prihatin melihat cara kampanye para caleg dengan memasang posternya pada pepohonan dan tiang listrik,” ujar Yanti (39), warga Perumnas Sei Jang ketika melewati jalan tersebut.

Yanti mengungkapkan mereka (caleg) belum terpilih saja sudah melanggar aturan dan merusak lingkungan seperti merusak pohon-pohon, apalagi nanti terpilih pasti sesuka hatinya berbuat.

“Saran saya kepada warga caleg yang merusak lingkungan baiknya jangan dipilih,” tegas Yanti.

Ketua LSM Air dan Lingkungan, Kharjuli, mengatakan banyak caleg yang tidak peduli dengan lingkungan. “Warga bisa menilai caleg yang merusak lingkungan, apakah layak dipilih atau tidak?” paparnya.

Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria, pemasangan alat peraga kampanye (APK) seperti poster, spanduk, baliho dan lain-lain di pohon, tiang listrik dan tempat terlarang lainnya tidak diperbolehkan dan terlarang. Hal itu sesuai dengan PKPU No. 15 Tahun 2013 tentang pedoman kampanye.

”Sebagai penyelenggara pemilu sudah mensosialisasikan hal itu kepada partai politik dan caleg peserta pemilu. Bahkan sudah kami umumkan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI),’’ ujarnya.

Pedoman kampanye jelas diatur dalam PKPU No 15 Tahun 2013.Pasal 17 ayat 1a  mengatur bahwa alat peraga kampanye tidak ditempatkan pada tempat ibadah, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan. Namun tetap saja banyak caleg dan parpol tidak mematuhi peraturan tersebut.

Ketika Tanjungpinang Pos mengonfirmasi hal tersebut kepada Panwaslu Kota Tanjungpinang, dijawab Panwaslu sudah menyampaikan imbauan.

“Terkait pemasangan APK yang banyak melanggar, kami (Panwaslu) sudah sering menyampaikan kepada parpol melalui surat imbauan dan sosialisasi di media massa. Namun tidak diindahkan,” kata Baharuddin SE MM, anggota Panwaslu Kota Tanjungpinang, Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Pemilu.

Baharuddin menjelaskan, kewenangan Panwaslu hanya merekomendasikan ke KPU dan tembusan ke semua parpol terkait APK yang menyalahi aturan.

Rekomendasi terakhir yang dkeluarkan Panwaslu pertengahan Januari 2014, dan sudah ditindaklanjuti oleh KPU dengan menyampaikan teguran ke partai-partai yang melanggar.

Tetapi teguran dari KPU juga tidak diindahkan dan telah dilaksanakan eksekusi pada tanggal 3 dan 4 Februari 2014 oleh Pemko Tanjungpinang melalui Satpol PP bersama KPU, Panwaslu dan instansi terkait melakukan penertiban APK yang melanggar.

”Namun yang jadi persoalan rekomendasi Panwaslu tersebut hanya dilaksanakan sepanjang jalan-jalan protokol saja. Sementara itu, di lingkungan pemukiman warga masih banyak APK yang tidak sesuai aturan dan belum ditertibkan,” tambahnya.

“Dalam waktu dekat kami (Panwaslu) akan memanggil KPU dan Kepala Kantor Satpol PP terkait rekomendasi Panwaslu yang belum dilaksanakan. Rekomendasi tentang penertiban APK yang menyalahi aturan di lingkungan pemukiman warga dan jalan-jalan kecil,” ujar Baharuddin. Masih kata Baharuddin, baiknya caleg dan parpol memberikan pelajaran politik yang santun dan sopan.(Krisman Turnip)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Februari 26, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: