Sani: Waduk Sei Gesek Beroperasi Hari Ini


Sumber :  Haluan Kepri  SENIN, 10 FEBRUARY 2014 00:00

 Gubernur Kepri Muhammad Sani berjanji akan mengoperasikan Waduk Sungai Gesek, hari ini, Senin (10/2). Ia mendesak agar PDAM Tirta Kepri segera mengatasi kekeringan yang terjadi di Tanjungpinang.

Atasi Kekeringan di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri Muhammad Sani berjanji akan mengoperasikan Waduk Sungai Gesek, hari ini, Senin (10/2).

Ia mendesak agar PDAM Tirta Kepri segera mengatasi kekeringan yang terjadi di Tanjungpinang. “Jika besok (hari ini,red) Waduk Sungai Gesek belum beroperasi dan tidak melayani masyarakat, jangan tanya PDAM, langung tanya ke Saya. Karena Saya sudah meminta agar Waduk Sungai Gesek dioperasikan sesuai yang telah disepakati dulu saat peresmian yakni menyediakan 50 meter kubik per detik,” tegas Sani di sela Coffee Morning di Pulau Penyengat, Minggu (9/2).

Sani berharap, Waduk Sungai Gesek dapat membantu mengatasi krisis air bersih di Tanjunginang. Disebutkan, kapasitas produksi air bersih Sungai Gesek sekitar 50 meter kubik per detik, mampu melayani 4.000 pelanggan. Jika mungkin, pemerintah juga akan melakukan teknik hujan buatan dengan menabur garam.

“Kita memang tidak bisa menghindar dari musim kemarau. Ini adalah hukum alam. Namun, jika musim kemarau terus berkepanjangan, (kita) akan memikirkan langkah lain. Apakah akan membuat hujan buatan dengan menabur garam agar hujan turun, itu akan dilihat ke depan. Tetapi Waduk Sungai Gesek dioperasikan dulu,” ujarnya.

Waduk Sungai Gesek diresmikan Gubernur pada akhir Desember 2013 lalu. Namun, PDAM Tirta Kepri belum memiliki anggaran untuk mengoperasikannya. Hal itu diakui Gubernur sebab DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) untuk PDAM Tirta Kepri baru diserahkan pekan lalu.

“Kita juga harus mengerti bahwa DPA baru diserahkan minggu lalu. Mudah-mudahan dalam pekan ini anggarannya sudah bisa dipergunakan untuk pembiayaan operasional pengolahan air bersih waduk ini,” terangnya.

Diketahui, pengoperasian Waduk Sungai Gesek di Kabupaten Bintan yang telah diresmikan Gubernur mengalami kendala yakni terganjal persoalan administasi antara Dinas PU Kepri dengan PDAM Tirta Kepri.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudi Chua di Tanjungpainang, Jumat (7/2) lalu. “Jika terus dibiarkan maka Tanjungpinang akan krisis air bersih. Ketinggian Waduk Sei Pulai yang menjadi andalan untuk memasok air ke Tanjungpinang semakin menurun. Persoalan admistrasi harus segera diselesaikan,” ujar Rudi.

Bila Waduk Sei Gesek dioperasikan, kata Rudi, maka akan membantu kebutuhan air masyarakat daerah Bintan Centre dan sekitarnya.

Alternatif lain untuk mengatasi krisis air, kata Rudi, adalah secepatnya mengoperasikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam. Ia berharap pengoperasian SWRO tidak menunggu peresmian oleh Kasal dan Gubernur pada 28 Februari mendatang.

“Sekarang kondisi air di Tanjungpinang ini sudah pada tahap kritis, sehingga tidak perlu menunggu peresmian. Lebih baik jalankan dulu, setelah itu baru diresmikan kan tidak masalah. Hal ini karena menyangkut kebutuhan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Gagal

Sementara Direktur LSM Air Lingkungan dan Manusia (Alim), Kherjuli menilai pemerintah gagal memanfaatkan sumber daya air yang ada. Beberapa daerah resapan air seperti hutan lindung tidak dijaga dengan baik. Hutan yang berfungsi sebagai tata kelola air beralih fungsi menjadi pemukiman dan perkebunan kelapa sawit.

“Air hujan dibiarkan run off (turun,red) begitu saja ke laut, mestinya pemerintah menyediakan waduk atau dam yang cukup untuk menampung air disaat musim basah (hujan,red) sehingga pada musim kering kita punya cadangan air,” ujarnya, Sabtu (8/2).

Kherjuli mengharapkan Pemko Tanjungpinang segera membangun waduk di daerah Dompak mengingat kajian pembuatan waduk telah dilakukan di Balai Wilayah Sungak IV Batam Bintan. Bahkan menurutnya, pemerintah tinggal melobi pusat untuk mempercepat realisasinya.

“Karena, semakin lama jumlah penduduk semakin meningkat. Cadangan air baku sangat diperlukan terutama dalam menghadapi musim kering seperti sekarang,” tambahnya.

Kherjuli juga menilai PDAM belum bisa diandalkan untuk mengatasi krisis air dalam kondisi kekeringan seperti saat ini.

Sementara Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan tengah melakukan survey untuk pembuatan waduk di daerah Dompak Darat dan Senggarang.

“Saat ini masih dalam tahap perencanaan untuk pembuatan waduk di bekas tailing (bekas kolam cucian bauksit,red) yang ada di Dompak Darat dan Senggarang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kekeringan air,” jelasnya.

Lis mengaku telah menginstruksikan seluruh lurah di Kota Tanjungpinang untuk melakukan monitoring warganya yang kesulitan air. Pemko mengupayakan distribusi air di beberapa lokasi yang mengalami kesulitan air seperti di kawasan Kilometer 9 dan Pulau Penyengat.

“Tapi masalahnya, kita tidak bisa langsung mendistribusikan langsung ke rumah warga. Masyarakat diharapkan berkoordinasi dengan masing-masing kelurahannya,” ujar Lis. (sut/cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Februari 11, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: