Proyek SPAM di Gesek Dinilai Gagal


Sumber : www.kepribangkit.com  Senin, 27 Januari 2014 14:04 WIB – 105 Kunjungan

Pembangunan Proyek SPAM di Gesek Kabupaten Bintan (f.tpi)

TANJUNGPINANGwww.kepribangkit.com – Krisis air bersih di Ibu kota Provinsi Kepulauan Riau masih terus berlangsung. Proyek air bersih yang direncanakan dapat mengatasi krisis air bersih di kota Tanjungpinang dan Bintan hingga kini belum berfungsi sesuai rencana awal.

Proyek air bersih di Gesek berkapasitas 100 liter/detik yang telah diresmikan Gubernur Kepri H. M. Sani pada bulan Desember 2013 lalu, baru sebatas peresmian Instalasi Pengolahan Airnya (IPA) saja. Sedangkan pengoperasiannya masih terhambat persoalan air baku. Karena pembangunan  waduk Sungai Gesek itu sendiri hingga kini masih belum juga rampung.

Demikian dikatakan Ketua LSM Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri, Kherjuli, kepada kepribangkit.com, Senin 27 Januari 2014. Menurut Kherjuli, sesuai PP No. 16 tahun 2005 tentang Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM), yang dimaksudkan dengan SPAM perpipaan adalah satu kesatuan unit air baku, unit produksi, unit distribusi dan unit pelayanan.

“Kalau unit air bakunya belum rampung, boro-boro mau bicara pelayanan yang katanya baru mampu memproduksi 50 liter/detik dahulu dan bisa melayani sekian ribu pelanggan baru. Bagaimana bisa seperti itu sedangkan waduknya saja belum selesai dikerjakan dan belum diserah terimakan kepada PDAM,” ujar Kherjuli.

Didalam Peraturan Menteri PU tentang Pedoman SPAM, jelas Kherjuli, ada tahapan SPAM yang meliputi Perencanaan, Pelaksanaan Konstruksi, Operasi, Pemeliharaan dan Pengawasan yang harus diikuti oleh Pemberi Jasa, Kontraktor, Konsultan dan Pengelola (PDAM). Tidak bisa seenaknya saja. Jangan sampai, tujuannya baik tapi dalam pelaksanaannya malah menyerempet aturan.

“Jadi kami simpulkan, output-nya saja gagal dari rencana awal, apalagi outcome-nya bagi masyarakat. Namun demikian, kami masih bisa memakluminya, karena secara teknis memang tidak semudah yang dibicarakan,” katanya.

Keinginan Gubernur Kepri untuk melayani kebutuhan air bersih bagi warga Tanjungpinang dan Bintan memang sudah diupayakan sekuat tenaga, dan perlu diberi apresiasi. Apalagi pembangunan waduk Sungai Gesek itu sendiri dibawah kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Batam-Bintan.

Ketika ditanya soal proyek penyulingan air laut menjadi air tawar dengan sistem Reverse Osmosis (RO), Kherjuli menjawab, “Itu juga proyek APBN. Ya, mudah-mudahan saja tidak menjadi proyek ecek-ecek dan outcome-nya dapat dirasakan masyarakat. Karena terus terang sampai sekarang pun juga belum jelas tentang proyek tersebut,” katanya.

ALIM menyarankan, Gubernur Kepri dapat mengoptimalkan peran koordinasi dan pemantauan lembaga Dewan Sumber Daya Air Kepri, karena terkait dengan lintas sektor. Kemudian mengoptimalkan Organ PDAM Tirta Kepri melalui perombakan struktur organisasi Dewan Pengawas dan Direksinya. Keanggotaan Dewan Pengawas PDAM jangan didominasi kalangan Birokrat  (PNS) tetapi juga harus ada yang Non Birokrat yang memiliki pengalaman dan kemampuan di bidang manajemen air minum.

“Tidak hanya itu, Pemprov Kepri perlu menyiapkan mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Direksi PDAM mengingat masa jabatan Direksi yang ada sekarang ini akan segera berakhir,” pungkasnya. (yon/kb

– See more at: http://www.kepribangkit.com/proyek-spam-di-gesek-dinilai-gagal.kb#sthash.RuDOmLz0.dpuf

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Februari 11, 2014, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: