Proyek Air Bersih Tanjungpinang Dinilai Gagal


Sumber : Haluan Kepri  SABTU, 25 JANUARY 2014 00:00

DOK WADUK SEI GESEK -- Proyek Waduk Sei Gesek yang menjadi salah satu infrastruktur penyediaan air bersih di Kota Tanjungpinang belum rampung. Tampak Gubernur dan Direktur PDAM saat meninjau Waduk Sei Gesek, beberapa waktu lalu.

Tak Sesuai Rencana Awal

TANJUNGPINANG (HK) – Krisis air bersih di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang masih berlangsung. Proyek air bersih yang direncanakan dapat mengatasi krisis tersebut dinilai gagal karena tak sesuai rencana awal.
Hal itu diungkapkan Direktur Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri, Kherjuli yang juga anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Jumat (24/1). Proyek air bersih di Sungai Gesek yang direncanakan akan memproduksi berkapasitas 100 liter per detik, kata dia, juga belum pasti.

“Gubernur Kepri Muhammad Sani pada bulan Desember 2013 lalu baru sebatas peresmian Instalasi Pengolahan Airnya (IPA) saja. Sedangkan pengoperasiannya masih terhambat persoalan air baku karena pembangunan waduk Sungai Gesek hingga kini masih belum semuanya rampung,” bebernya.

Menurutnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 tahun 2005 tentang Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM), yang dimaksudkan dengan SPAM perpipaan adalah satu kesatuan unit air baku, unit produksi, unit distribusi dan unit pelayanan.

“Bila unit air baku saja belum rampung, bagaimana mau bicara soal pelayanan yang katanya baru mampu memproduksi 50 liter per detik dan melayani sekian ribu pelanggan baru. Sampai saat ini waduknya saja belum selesai dikerjakan karena terkendala masalah hutan lindung,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2013 tentang Pedoman Pemberian Izin Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, ada tahapan yang meliputi Perencanaan, Pelaksanaan Konstruksi, Operasi, Pemeliharaan dan Pengawasan yang harus diikuti oleh Pemberi Jasa, Kontraktor, Konsultan dan Pengelola yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Jadi, tidak bisa seenaknya saja. Jangan sampai tujuannya baik tapi dalam pelaksanaannya malah menyerempet aturan. Jadi kami simpulkan, output-nya saja gagal dari rencana awal, apalagi outcome-nya bagi masyarakat,” teganya lagi.

Namun demikian, Kherjuli memberikan apresiasi kepada upaya pemerintah provinsi untuk menyediakan air bersih kepada masyarakat. Ia juga memaklumi kendala yang dihadapi karena secara teknis memang tidak mudah.

“Keinginan Gubernur Kepri untuk melayani kebutuhan ar bersih bagi warga Ibu kota sudah beliau upayakan sekuat tenaga. Kami sangat apresiasi sekali. Apalagi pembangunan waduk Sungai Gesek itu dibawah kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Batam-Bintan. Dan itu harus sesuai aturan,” ungkapnya.

Terkait bantuan dari pemerintah pusat melalui proyek penyulingan air laut menjadi air tawar dengan sistem Reverse Osmosis (RO), Kherjuli berharap agar proyek itu bisa dirasakan masyarakat luas.

“Itu juga merupakan proyek APBN. Ya mudah-mudahan saja tidak menjadi proyek ecek-ecek dan outcome-nya dapat dirasakan masyarakat,” harapnya.

Ia berharap Gubernur dapat mengoptimalkan peran koordinasi dan pemantauan lembaga Dewan Sumber Daya Air Kepri juga mengoptimalkan organ PDAM Tirta Kepri melalui perombakan struktur organisasi Dewan Pengawas dan Direksinya.

“Keanggotaan Dewan Pengawas PDAM jangan didominasi oleh kalangan birokrat. Seharusnya ada yang non-birokrat yang memiliki pengalaman dan kemampuan di bidang manajemen air minum. Kemudian menyiapkan mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) mengingat masa jabatan Direksi PDAM saat ini akan segera berakhir,” pungkas Kherjuli. (sut)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Februari 11, 2014, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: