SDN 004 Tanjungpinang Timur Jadi Sentra Sirih di Kepri


Sumber : Haluan Kepri

sirih

Photo : Kherjuli

TANJUNGPINANG (HK) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Air, Lingkungan, dan Manusia (Alim) Provinsi Kepulauan Riau inisiator untuk penanaman 10 ribu bibit pohon sirih yang merupakan flora identitas daerah Kepulauan Riau di SDN 004 Tanjungpinang Timur. Ke depannya sekolah ini akan dijadikan sebagai sentra sekapur sirih di Kepri yang melestarikan flora identitas daerah.
“Ide ini merujuk dari Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 48 tahun 1989 tentang Pedoman Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah. Dalam surat itu ditetapkan daun sirih merupakan identitas flora dari Kepulauan Riau,” ujar Direktur Alim, Kherjuli, Minggu (12/1) di Tanjungpinang.

Kata dia, SDN 004 Tanjungpinang Timur ke depannya akan dijadikan sebagai sekolah percontohan di Indonesia yang mengembangkan dan melestarikan flora identitas asli daerahnya. Selain itu menurut Kherjuli, hal ini juga sebagai upaya untuk menumbuhkan dan melestarikan daun sirih yang merupakan salah satu budaya Melayu.

“Kita tahu, daun sirih selain baik untuk kesehatan. Di tempat kita daun sirih merupakan identitas dari daerah kita. Karena, daun sirih selalu digunakan untuk berbagai upacara adat dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Dalam waktu dekat akan melakukan pembibitan 10 ribu pohon sirih. Pembibitan itu akan dilakukan sendiri oleh siswa-siswa di sekolah tersebut. Ini juga sebagai bentuk pelestarian dan menanamkan rasa cinta lingkungan kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.

Kepala SDN 004 Tanjungpinang Timur, Retnowati menyambut baik gagasan ini. Menurutnya, pembibitan 10 ribu pohon sirih merupakan salah satu upaya untuk menanamkan mindset kepada siswa-siswa tentang pentingnya mencintai lingkungan serta sebagai upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan flora daerah asal kepada para generasi muda.

“Kita menyambut baik ide ini. Untuk itu kita sudah mulai bekerja untuk mempersiapkan hal tersebut,” ujar Retno.

Retno menambahkan, ke depannya kegiatan ini akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah yang tentunya dapat dijadikan sebagai media pembelajaran kepada anak-anak tentang pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan hidup.

“Kita berharap dukungan dari Dinas Pendidikan. Agar apa yang kita upayakan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG juga menyambut baik ide tersebut. Menurut Dadang pembelajaran yang berbasis lingkungan hidup sangat baik diterapkan kepada anak didik.

“Kita menyambut dan mendukung ide tersebut. Karena pendidikan yang berbasis lingkungan hidup merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan kepada anak-anak. Selain itu hal ini tentunya dapat melestarikan lingkungann hidup kita,” ujar Dadang. (cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Januari 18, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: