Dampak Lingkungan Belum Pernah Diaudit


Sumber : Haluan Kepri 

SUTANA/HALUAN KEPRI KERUSAKAN LAHAN - Hutan-hutan di Pulau Bintan rusak akibat aktivitas penambangan bauksit. Dinas KP2 KE Kota Tanjungpinang mengaku belum melakukan audit atas dampak lingkungan yang ditimbulkan pertambangan tersebut. Tampak dari atas pesawat, sebagian hutan di Pulau Bintan yang mengalami kerusakan, beberapa waktu lalu.LSM Minta Aktivitas Pertambangan Distop 
TANJUNGPINANG (HK) – Pemerintah Kota Tanjungpinang mengakui belum pernah mengadakan audit terkait dampak kerusakan lingkungan di areal pasca pertambangan bauksit.

Namun, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang mengatakan telah melakukan upaya perbaikan kerusakan lingkungan.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Dinas KP2KE Kota Tanjungpinang Zul Hidayat, Minggu (12/1), menanggapi permintaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri agarkerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang diaudit.

“Audit tentu dianggap perlu, namun dilihat dari beberapa aspek. Bila dilihat dari kacamata pemerintah, definisinya kerusakan lingkungan atau indikatornya pasti berbeda dengan sudut pandang LSM,” jelasnya.

Pemerintah, tambahnya, telah melakukan perbaikan kerusakan lingkungan pasca tambang. Menurutnya, kerusakan pasti terjadi bila adapertambangan, namun bagaimana meminimalisir kerusakan lingkungan dan melakukan reklamasi upaya pemulihan lingkungan.

“Bila ada dampak kerusakan lingkungan seperti lahan menjadi gersang, maka pemerintah melakukan reboisasi. Ekosistem tetap seimbang,” katanya.

Setiap semester dan per triwulan, lanjutnya, pemerintah telah melakukan pengecekan dokumen dan pemantauan langsung ke lapangan. “Pemantauan dilakukan melalui Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Dan ini terus dilakukan,” jelasnya.

Sebelumnya, LSM ALIM Kepri mendesak pemerintah daerah untuk melakukan audit terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas tambang bauksit. Desakan menyusul diberlakukan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) per tanggal 12 Januari 2014 di seluruh Indonesia.

Hentikan Sebelum Diaudit

Ketua Harian ALIM Kepri Kherjuli menyarankan agar pertambangan bauksit di Kepri dihentikan, karena selama ini pemerintah daerah belum pernah melakukan audit tentang data kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pertambangan bauksit.

“Bila dihentikan, seharusnya pemerintah bisa melakukan pendataan kerusakan lingkungan pasca pertambangan. Pemerintah daerah bisa mengajukan audit data kerusakan baik kepada intansi pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup atau kepada auditor lingkungan hidup yang independen. Jadi diketahui berapa kerusakan lingkungan dengan adanya tambang bauksit,” sarannya.

Terkait akan dibuat smelter (alat pengolahan tambang) di Bintan, ia menyarankan audit kerusakan lingkungan dilakukan sebelum smelter dioperasikan. Bila tidak, maka ia memprediksi kondisi kerusakan lingkungan akan bertambah parah.

Ia khawatir, penambangan bauksit, baik legal maupun ilegal, semakin marak bila ada smelter. “Semua lahan atau lingkungan akan dibabat habis karena mengira setelah adanya alat pengolahan, semua dapat dilakukan penambangan. Ini yang dikhawatirkan, setelah berjalannya alat ini, nanti semua dianggap legal maka kerusakan lingkungan dipastikan akan jauh lebih parah,” jelasnya.

Selama ini, kata dia, banyak keluhan dari masyarakat terutama nelayan tradisional bahwa sekitar pantai menjadi rusak dan tercemar akibat aktivitas pertambangan bauksit.

“Nelayan tradisional tidak bisa melaut ke tengah, hanya bisa di pinggir saja. Tetapi laut yang di pinggir telah rusak dan tercemar sehingga ikan susah didapat. Biota di sekitar pantai juga rusak. Ini sangat berpengaruh pada pendapatan nelayan,” ungkapnya.

Selama ini, lanjutnya, dana kompensasi dari pengusaha kepada masyarakat di sekitar pertambangan tidak sebanding dengan kebutuhan hidup nelayan. Dan tak semua nelayan mendapatkan kompensasi tersebut. (sut)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Januari 18, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: