300 Hektar Hutan Mangrove di Tanjungpinang Rusak


Sumber : Batam pos    Sekitar 300 hektar dari jumlah total hutan mangrove yakni 1.337,4 hektar di Kota Tanjungpinang  rusak.

ilustrasi

ilustrasi

Begitu yang diungkapkan LSM Air, Lingkungan, dan Manusia (ALIM), Kherjuli berdasarkan hasil citra satelit dan pengamatan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2013.

“Saat ini luas keseluruhan hutan Mangrove di Kota Tanjungpinang berjumlah 1.337 hektar, dan 300 hektar dari luas hutan mangrove sudah mengalami kerusakan,” ujar Kherjuli, (25/12).

Menurut Kherjuli, saat ini di daerah Sungai Carang yang merupakan daerah yang memiliki hutan mangrove cukup luas, sudah sulit untuk ditemukan biota laut.

Mangrove selain sebagai tempat hidup bagi biota laut, jelas Kherjuli, juga berfungsi sebagai penyerap limbah dari daratan.

“Udang dan gonggong yang dulunya sangat melimpah di tempat itu sudah sulit ditemukan. Jika kondisi ini terus menerus terjadi, gonggong hanya akan ada di batik saja,” ujarnya.

Selain disebabkan aktifitas penambangan bauksit, lanjutnya, kerusakan hutan mangrove juga disebabkan aktifitas dari galangan kapal.

Solusi jangka pendeknya, ucap Kherjuli, pemerintah harus menggesa Peraturan Daerah (Perda) terkait Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Selain itu, lanjutnya, perlu disediakan fasilitas untuk masyarakat lokal membentuk masyarakat peduli mangrove agar usaha perlindungan dan pengembangan magrove dapat terus terjaga dengan baik.

Asissten I Pemerintahan Kota Tanjungpinang, Suyatno mengatakan, luas hutan mangrove di Kota Tanjungpinang seluas 1337,4 hektar, 100 hektar di antaranya telah rusak.

Ia mengatakan mangrove merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, katanya, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah melakukan segala upaya pencegahan dengan membuat beberapa kebijakan. Kebijakan tersebut, yakni  melakukan reklamasi dan  memberikan peringatan ke beberapa pengusaha untuk tidak melakukan penimbunan dikawasan mangrove.

Tapi kemudian hal tersebut mendapatkan bantahan oleh Kherjuli.

Menurut Kherjuli, data yang dipaparkan oleh tersebut merupakan data tahun 2009. Ia berharap kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk bisa mencari solusi serius agar hutan mangrove tetap lestari. (cr9)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Januari 18, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: