Gaung Festival Sungai Carang sampai ke PBB


Sumber : Batam pos, 11 Desember 2013 – 07:58 WIB

fsclogofestivalsungaicarangTANJUNGPINANG(BP)- Festival Sungai Carang yang digagas Rida K Liamsi, atmosfernya mampu menyedot perhatian dari segala kalangan. Tidak hanya masyarakat pada umumnya, tapi juga Gubernur Kepulauan Riau, Wali Kota Tanjungpinang, pejabat teras TNI/Polri dan puluhan pejabat daerah. Tidak itu saja, ada ratusan orang saat ini tengah sibuk dalam urusan kepanitiaan maupun di luar kepanitiaan. Mereka bekerja dengan penuh waktu untuk menyiapkan semua rangkaian acara yang akan dipersembahkan kepada ribuan pengunjung.

Kegiatan tersebut juga menarik perhatian sebuah LSM, yakni ALIM Kepri yang sejak tahun 2006 telah menggagas Kenduri Air (Pray For Water) sebagai bagian dari Kearifan Budaya Lokal Pemanfaatan Sumber Daya Air. Aktivis LSM ALIM Kepri, Kherjuli mengatakan kegiatan yang dilakukan tersebut sudah dicatatkan dalam event air internasional melalui UN-Water. Tapi harus diakui, gaung dan atmosfirnya tidak semeriah Festival Sungai Carang yang digagas Rida K Liamsi.

Untuk mendukung Festival Sungai Carang, ujar Kherjuli, pihaknya akan menyampaikan rangkaian festival tersebut ke UN-Water.  UN-Water adalah sebuah unit kerja di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation yang konsen terhadap masalah air di seluruh dunia. ”Foto-Fotonya nanti akan kami sampaikan ke UN Water,” tandanya.

Menurutnya, salah satu penyebabnya, yakni karena Kenduri Air itu belum mendapatkan dukungan yang besar di tingkat lokal, dikarenakan belum pernah diseminarkan. “Festival Sungai Carang yang diprakarsai Rida K Liamsi merupakan bagian dari pengembangan sumber daya air. Sebagai anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Kepulauan Riau dari unsur non pemerintah, saya menaruh perhatian yang besar dan menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk Pak Rida K Liamsi,” ungkap Kherjuli, Selasa (10/12).

Menurut Kherjuli, kegiatan yang digagas dan akan diimplementasikan Rida merupakan bagian dari pengembangan sumber daya air melalui pemanfaatan sungai untuk kebudayaan dan pariwisata. Dalam konteks budaya, lanjutnya, Rida K Liamsi telah berusaha menumbuhkembangkan kearifan budaya lokal pemanfaatan sumber daya air di bumi Melayu ini. ”Kearifan budaya lokal itu yang saat ini perlu dibangkitkan kembali, di tengah lajunya pembangunan yang kerapkali mengabaikan keberlangsungan fungsi sungai dalam segala bidang, untuk kepentingan orang banyak,” ujar pria berkumis ini.

Supaya atmosfir Festival Sungai Carang itu bisa hidup disepanjang waktu, Kherjuli menyarakan sebaiknya panitia penyelenggara menggelar seminar sehari untuk menggali masukan dari para pakar dan pihak-pihak kompeten dibidang kebudayaan dan sumber daya air. Tujuannya agar Festival Sungai Carang itu nantinya dapat diakui khalayak ramai sebagai Kearifan Budaya Lokal Pemanfaatan Sumber Daya Air di Kepri, dan Tanjungpinang khususnya. Kherjuli melanjutkan, kearifan budaya lokal pemanfaatan sumber daya air ini sangat penting sekali sebagai titik tonggak pemanfaatan Sungai Carang ditinjau dari banyak aspek. Antara lain, ekologi, teknik, ekonomi, sosial, politik, kebudayaan, hukum dan pemerintahan.

Ada PP No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai yang dapat dijadikan landasan hukum dan operasional.

“Coba bayangkan, jika ke depan fungsi sungai itu rusak, tentu atmosfir Festival Sungai Carang itu di masa akan datang menjadi kurang menarik ditinjau dari aspek ekologi, hukum dan pemerintahan,” jelasnya. Kherjuli mengatakan untuk mendukung Festival Sungai Carang itu, pihaknya akan menyampaikan rangkaian peristiwa menarik itu ke UN-Water. ”Foto-Fotonya nanti akan kami sampaikan ke Lembaga di bawah naungan PBB yang mengurusi soal air di dunia itu,” tandanya. (cr9)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Desember 12, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: