FSC, Kearifan Budaya Lokal Pemanfaatan Sumber Daya Air


Sumber : Kepribangkit.com : Rabu, 11 Desember 2013 4:40 WIB – 78 Kunjungan

Kherjuli Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Kepulauan Riau Direktur Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri

KHERJULI
ANGGOTA DEWAN SUMBER DAYA AIR PROVINSI KEPRI YANG JUGA DIREKTUR AIR LINGKUNGAN DAN MANUSIA (ALIM) KEPRI

“Festival Sungai Carang yang diprakarsai Rida K Liamsi merupakan bagian dari pengembangan sumber daya air. Sebagai anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Kepulauan Riau dari unsur Non Pemerintah, Saya menaruh perhatian yang besar dan menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk Pak Rida K Liamsi. Apa yang digagas dan akan diimplementasikan Beliau itu merupakan bagian dari pengembangan sumber daya air melalui pemanfaatan sungai untuk kebudayaan dan pariwisata,” kata salah seorang aktivis air dan lingkungan hidup di Kepri belum lama ini.

Dalam konteks budaya, Pak Ridak K Liamsi telah berusaha menumbuh-kembangkan kearifan budaya lokal pemanfaatan sumber daya air di bumi Melayu ini. Kearifan budaya lokal itu yang saat ini perlu dibangkitkan kembali, ditengah lajunya pembangunan yang kerapkali mengabaikan keberlangsungan fungsi sungai dalam segala bidang, untuk kepentingan orang banyak.
Pak Rida K Liamsi sudah melakukannya. Oleh karena itu patut didukung semua pihak dan ternyata, Alhamdulillah memang telah mendapatkan dukungan yang besar dari banyak pihak.
Sejak Festival Sungai Carang itu digagas hingga memasuki tahap persiapan pelaksanaan, ternyata atmosfirnya telah menyedot perhatian Gubernur Kepulauan Riau, Walikota Tanjungpinang, pejabat teras TNI/POLRI dan puluhan pejabat daerah.
Tidak saja itu, ada ratusan orang saat ini tengah sibuk dalam urusan kepanitiaan maupun diluar kepanitiaan. Mereka bekerja dengan penuh waktu untuk menyiapkan semua rangkaian acara yang akan dipersembahkan kepada ribuan pengunjung.
Supaya atmosfir Festival Sungai Carang itu bisa hidup disepanjang waktu, sebaiknya Panitia Penyelenggara juga menggelar seminar sehari untuk menggali masukan dari para pakar dan pihak-pihak kompeten dibidang kebudayaan dan sumber daya air. Tujuannya agar Festival Sungai Carang itu nantinya dapat diakui khalayak ramai sebagai Kearifan Budaya Lokal Pemanfaatan Sumber Daya Air di Kepri, dan Tanjungpinang khususnya.
Kearifan budaya lokal pemanfaatan sumber daya air ini sangat penting sekali sebagai titik tonggak pemanfaatan sungai carang ditinjau dari banyak aspek. Antara lain, ekologi, tehnik, ekonomi, sosial, politik, kebudayaan, hukum dan pemerintahan. Ada PP No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai yang dapat dijadikan landasan hukum dan operasional.
Coba bayangkan, jika kedepan fungsi sungai itu rusak, tentu atmosfir Festival Sungai Carang itu dimasa akan datang menjadi kurang menarik ditinjau dari aspek ekologi, hukum dan pemerintahan.
LSM ALIM Kepri sejak tahun 2006 telah menggagas Kenduri Air (Pray For Water) sebagai bagian dari Kearifan Budaya Lokal Pemanfaatan Sumber Daya Air. Bahkan sudah kami catatkan dalam event air internasional melalui UN-Water. Tapi harus diakui, gaung dan atmosfirnya tidak semeriah Festival Sungai Carang yang digagas Pak Rida K Liamsi. Salah satu penyebabnya karena Kenduri Air itu belum mendapatkan dukungan yang besar ditingkat lokal. Karena belum pernah diseminarkan.
Untuk mendukung Festival Sungai Carang itu, Kami juga akan menyampaikan rangkaian peristiwa menarik itu ke UN-Water. Photo-photonya nanti akan kami sampaikan ke Lembaga dibawah naungan PBB yang mengurusi soal air di dunia itu. (*)

– See more at: http://www.kepribangkit.com/fsc-kearifan-budaya-lokal-pemanfaatan-sumber-daya-air.kb#sthash.qi5tzVEb.dpuf

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Desember 12, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: