Pulau Bintan, Habis Arang Besi Binasa


Sumber : Kepribangkit.com Jumat, 29 November 2013 15:45 WIB

Bumi Pulau Bintan Hancur Dimana-mana Karena Eksploitasi Tambang Bauksit Yang Membabi Buta (f.ist)

BUMI PULAU BINTAN HANCUR DIMANA-MANA KARENA EKSPLOITASI TAMBANG BAUKSIT YANG MEMBABI BUTA (F.IST)

TANJUNGPINANGwww.kepribangkit.com – Siapa yang tidak kenal Pulau Bintan. Daerah yang berada dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau ini mempunyai pesona tersendiri sebagai daerah tujuan wisata. Hal ini tidak aneh,  karena Pulau Bintan mempunya Lagoi, sebuah kawasan wisata internasional khusus bagi orang-orang yang berkantong tebal.

Namun, Pulau Bintan yang di dalamnya ada dua pemerintahan yakni Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan kini jadi tempat jarahan pengusaha nasional dan internasional untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. Para pengusaha itu tanpa mengindahkan norma dan aturan mengeksploitasi habis-habisan Pulau Bintan untuk diambil bauksitnya.

Secara keseluruhan, Pulau Bintan yang terkenal sebagai penghasil pasir bauksit bahan pembuat aluminium ini, kini berubah hancur dengan menyisakan lahan-lahan gundul tanpa tanaman karena eksploitasi penambangan bauksit. Kandungan bauksit yang cukup banyak telah membutakan sebagian pengusaha tambang. Belum lagi harga bauksit yang tinggi menyebabkan penambangan tak kenal lokasi. Tak peduli hutan lindung, perumahan warga, pulau kosong, atau pun daerah dekat sekolah semua digerus habis oleh alat berat milik pengusaha 0tambang.

“Pulau Bintan telah diperkosa habis-habisan untuk diambil bauksitnya dan dijual ke China. Ibaratnya, habis arang besi binasa. Kini kita hanya diwarisi bumi Bintan yang hancur lebur tanpa ada reklamasi sama sekali,” kata Ketua LSM Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri, Kherjuli, kepada kepribangkit.com, Jum’at 29 November 2013.

Kherjuli prihatin, karena dana reklamasi yang sudah mencapai ratusan milyar sampai saat ini belum juga dipergunakan oleh pengusaha dan pemerintah daerah dalam mereklamasi bekas penambangan bauksit. “Kita tidak tahu kenapa dana reklamasi itu begitu lama mengendap di rekening daerah. Sementara lahan bekas penambangan bauksit yang hancur memerlukan pemulihan dengan segera,” tegasnya.

Karena itu Kherjuli berharap, pemerintah daerah baik Kota Tanjungpinang maupun Kabupaten Bintan untuk segera mendesak pengusaha bauksit untuk melakukan reklamasi bekas penambangan yang dari sisi lingkungan hidup sangat memprihatinkan sekali tersebut. “Kalau tak mau kesengsaraan masyarakat terus berlanjut, mestinya reklamasi bekas penambangan bauksit segera dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu ketua Forum Peduli Lingkungan Hidup (FPLH) Kepri, Ir Abdul Latief, dalam kesempatan terpisah mengatakan karena kedekatannya dengan Singapura, membuat Pulau Bintan sedikit banyak merupakan “kepanjangan tangan” kepentingan negara Singapura.

“Kerusakan lingkungan di Pulau Bintan karena faktor peranan dan campur tangan pemerintah Singapura yang jauh lebih banyak dari pada pemerintah Indonesia sendiri. Karena itu wajar kalau ada sindiran Pulau Bintan itu sebenarnya jajahan Singapura,” tegas Latief.

Dulu, kata Latief, Singapura menyedot habis pasir dari Bintan baik pasir darat maupun pasir laut. Lewat beberapa pengusaha besar di Singapura, eksploitasi besar-besaran tambang pasir laut dan pasir darat dilakukan di semua titik di Pulau Bintan.

“Setelah tambang pasir tidak diperbolehkan, kini bauksit yang jadi sasaran. Kita punya data banyak pengusaha Singapura yang ikut bermain dalam eksploitasi tambang bauksit di Bintan ini,” kata Latief.

Dalam kesempatan tersebut, Latief juga menyoroti tentang kuatnya pengaruh Singapura terhadap Pulau Bintan di sisi lain. Latief mencontohkan tentang pengelolaan kawasan wisata internasional Lagoi seluas kurang lebih 23.000 hektar di bagian utara Pulau Bintan. “Lagoi menjadi daerah eksklusif yang justru asing bagi masyarakat Pulau Bintan sendiri,” pungkasnya. (yono)

– See more at: http://www.kepribangkit.com/pulau-bintan-habis-arang-besi-binasa.kb#sthash.P97N4OcK.dpuf

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Desember 9, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: