Lagi, Daerah Aliran Sungai di Tanjungpinang Ditimbun


Sumber : HALUAN KEPRI, JUMAT, 06 DECEMBER 2013 00:00

ZULFIKAR/HK Daerah aliran sungai di Jalan Peralatan, KM 7, Tanjungpinang yang ditimbun oknum warga tampak keruh dan kotor, Kamis (5/12).

Air Tercemar, Banjir Mengancam

TANJUNGPINANG (HK) – Satu lagi daerah aliran sungai (DAS) yang berada di Jalan Peralatan, KM 7, Tanjungpinang ditimbun oleh oknum warga, seperti yang terpantau, Kamis (5/12).

Penimbunan mengakibatkan air tercemar dan berpotensi menambah titik banjir baru di Tanjungpinang.

Aktifis lingkungan dari  ALIM (Air Lingkungan Hidup dan Manusia) Provinsi Kepri Khaerjuli mengatakan, lahan yang ditimbun di lokasi itu merupakan daerah aliran sungai (DAS). Apabila penimbunan terus dilakukan, maka akan menyebabkan banjir.

“Lokasi itu merupakan tempat aliran air dari hulu ke hilir. Ditambah lagi di tempat tersebut ada palung. Jika terus ditimbun, maka aliran air akan tersendat. Sehingga bila musim hujan, air bisa meluber ke jalan,” ujarnya.

Khaerjuli mengungkapkan, selama ini pihaknya telah menyampaikan laporan secara lisan kepada instansi terkait seperti BLH dan Satpol PP Tanjungpinang terkait penimbunan di lokasi tersebut.

“Kemarin pihak Satpol PP sudah turun ke lokasi dan berusaha untuk menghentikan. Namun saya beranggapan, pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah masih lemah. Sebab, setelah tidak diawasi oleh Satpol PP, oknum tersebut tetap saja melakkan penimbunan,” ungkapnya.

Ia mengharapkan Pemerintah Kota Tanjungpinang bersikap tegas terhadap oknum yang menimbun daerah aliran sungai di lokasi itu. Sebab menurutnya, aksi penimbunan itu bisa menimbulkan kerugian bagi orang banyak.

Berdasarkan telaah yang dilakukan selama ini, kata dia, lokasi penimbunan di Jalan Peralatan merupakan satu kesatuan dengan tempat aliran sungai di Jalan Sidoarjo dan Jalan Cendrawasih.

“Selama bulan Desember hingga Februari, di daerah Sidoarjo dan Cendrawasih selalu terendam banjir akibat hujan dan air pasang. Jika di lokasi penimbunan ini tidak segera dipulihkan, kita khawatir akan terjadi titik banjir baru di Tanjungpinang,” ujarnya.

Sementara seorang warga yang tidak ingin namanya ditulis mengatakan kepada Haluan Kepri bahwa aksi penimbunan di lokasi tersebut telah berlangsung sejak setahun terakhir.

“Saya tidak tahu itu lahan milik siapa. Tapi hampir setiap hari ada saja yang menimbun. Coba Abang tanya langsung ke warung yang disana. Soalnya bapak itu setiap hari ada di lokasi,” ujarnya sambil menunjuk sebuah warung di sekitar lokasi.

Namun, sang pemilik warung rupanya juga enggan memberi informasi terkait pemilik lahan itu. Ia bahkan mengusir wartawan koran ini dari lokasi.

“Kau ini macam tidak tahu undang-undang saja. Sudahlah tak perlu kau urus masalah lahan itu. Cari saja lahan yang lebih besar, ini kan cuma lahan kecil,” ujarnya.

Pantauan Haluan Kepri di sekitar lokasi, air di daerah aliran sungai yang ditimbun tersebut berwarna keruh karena tercemar oleh material yang ditimbun di lahan itu. (cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Desember 9, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: