Pemprov Kepri Bagikan 3.000 Bibit Pohon


Sumber : HALUAN KEPRI KAMIS, 28 NOVEMBER 2013 00:00

563204_664388126945283_391361851_n

Photo : Jojok Sutrisno

TANJUNGPINANG (HK) – Bersempena dengan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2013, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan membagikan 3.000 bibit tanaman Pucuk Merah kepada masyarakat Kota Tanjungpinang di Lapangan Pamedan, Kamis (28/11).

Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati HMPI yang puncaknya dilaksanakan setiap 28 November.  “Tema yang diangkat Pemprov Kepri pada Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tahun ini adalah ‘Wariskan hutan dan lingkungan yang lebih baik untuk generasi penerus bangsa’,” ujar Kasi Rehabilitasi Hutan dan Perhutanan Sosial Provinsi Kepri Suroso, Rabu (27/11).

Selain membagikan bibit pohon Pucuk Merah kepada masyarakat, pada hari yang sama Pemprov Kepri bersama Pemko Tanjungpinang dan Lantamal juga akan melakukan aksi menanam pohon di kampus Stikes Tanjungpinang.

“Alasan kita melakukan penanaman di daerah tersebut selain karena permintaan Panglima AL (Angkatan Laut,red), juga lokasi tersebut masih gundul,” ujarnya.

Jenis bibit pohon yang akan ditanam pada aksi menanam pohon tersebut adalah Pohon Mangga, Pohon Mahoni, Pohon Pucuk Merah, Pohon Tanjung, dan Pohon Glodokan Tiang.

Suroso mengungkapkan bibit pohon yang ditanaman sebanyak 1.500 pohon. Namun pada hari pelaksanaan, hanya menanam sekitar 300 bibit.

Sementara Direktur LSM peduli lingkungan, Alim, Khaerjuli mengatakan, gerakan menanam pohon yang dicanangkan pemerintah adalah upaya untuk menumbuhkembangkan budaya menanam pohon di masyarakat serta merupakan aksi nyata penyelamatan hutan.

“Kami sambut baik (kegiatan ini). Kami juga akan ikut serta. Namun, semua harus pula disejalankan dengan upaya penataan ruang yang baik dan penindakan terhadap pelaku perusakan hutan serta pemilik modalnya,” ujarnya.

Khaerjuli melanjutkan, jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap para perusak hutan, maka ia khawatir, masyarakat justru akan bersikap apatis terhadap aksi penanaman pohon tersebut.

“Seyogyanya, ruang untuk pembangunan harus memperhatikan keberlangsungan fungsi pohon sebagai penghasil oksigen, penyerap karbondioksida dan pencegah terjadinya daya rusak air. Selain itu pohon juga berfungsi memberi keteduhan dan kenyamanan bagi warga,” ucapnya.

Kondisi topografi Kota Tanjungpinang yang berbukit-bukit serta kegiatan cut and fill yang marak terjadi, kata Khaerjuli, mengakibatkan banyak pohon yang mati. Selain itu, jenis tanah dan bebatuannya memiliki daya serap air yang rendah. Karena itu, daerah hilir, sungai dan pesisir harus segera diselamatkan.

“Keberadaan bakau juga harus dilindungi, palung sungai jangan dirusak. Kalau tidak, potensi banjir akan semakin besar,” tutupnya. (cw77)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Desember 8, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: