Anak-anak Juga Butuh Ruang Yang Cukup Untuk Bermain


???????????????????????????????Prihatin rasanya. Tidak semua anak-anak memiliki ruang yang cukup dan layak untuk bermain.

Ada yang tinggal dirumah yang tidak ditata orang tuanya dengan baik, sehingga tidak memberikan ruang untuk anak-anak bermain. Ruangan tamu dipenuhi sofa, guci dan berbagai pernak pernik hiasan yang berbahaya bila tersenggol. Ruang keluarga penuh dengan barang-barang elektronik dan pecah belah. Mau merangkak, berjalan dan berlaripun susah, tidak leluasa untuk ukuran mereka. Apalagi ukuran orang dewasa.

Ada pula yang tinggal diperumahan yang dibangun oleh swasta. Mereka terpaksa ikut selera Devoleper dan selera pasar. Jarak antara ruang tamu dengan ruang keluarga berbelok-belok. Mau bermain dihalaman rumah, sempit sekali. Mau berteduh, tidak ada pohon yang rindang.

Sudahlah seperti itu, Eh… Penghijauan dilakukan didalam pot-pot yang berserakan. Tak ada rumput dan kran air. Yang ada hanya semen kasar dan tanah bebatuan. Belum lagi becek dan kadang-kadang tergenang air. Adakalanya banjir. Nah,…Tambah prihatin dong,… Karena baru beberapa menit saja hujan mereka harus disiaga satukan. Sebab, areal perumahan sedang terendam.

Ada lagi yang tinggal di RS/RSS bikinan Pemerintah. Lebih prihatin lagi. Rumah sempit dan Rumah Sangat Sempit itu penuh dengan bau. Ada bau masakan, bau WC, bau parit, bau rayap, bau pakaian kotor, bau sampah hingga bau keringat tetangga. Belum lagi suara bising latihan Karoeke yang berasal dari sebelah rumah. Beraneka ragam bahasa. Beraneka ragam lagu dan irama. Kadang-kadang merdu dan ada pula suara kemana, musik kemana dan lirik lagunyapun entah kemana. Berserak seperti tahi kambing milik tetangga beda lorong.

Yang sangat prihatin, bila terdengar suara pertengkaran dan banting-banting kaca. Kemudian diikuti suara teriakan yang melengking tak karuan. Belum lagi suara anjing dan suara kucing peliharaan milik tetangga yang sedang berkelahi disebelah pagar.

Ada lagi yang tinggal dirumah beton, bertingkat dan megah. Tapi sayang, malah membuat mereka dan pembantunya ketakutan. Takut jatuh dari lantai atas. Sebab, tidak ada rambu-rambu selain rambu-rambu ini “No Smoking !”. Kalau adapun, anak-anak belum bisa membacanya. Sehingga, dari luar terlihat megah dan gagah, tapi didalam penuh dengan susah dan gelisah.

Anak-anak butuh ruang bermain. Tidak saja diluar rumah tapi juga didalam dan perkarangan rumah. Lapangan sepak bola sudah semakin susah. Kalah dengan “Pegadaian”. Coba jalan, beberapa meter sudah ketemu “Pegadaian”. Apakah lahan dan ruang bermain anak-anak juga telah habis digadaikan ?

Selamat Hari Tata Ruang Nasional (HARITARU), 8 November 2013.
“Harmoni Ruang dan Air untuk Hidup Lebih Baik”

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on November 4, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: