Gubernur : PDAM Tirta Kepri Tak Merugi


Sumber : Haluan Kepri : KAMIS, 17 OCTOBER 2013 00:00

ZULFIKAR/HALUAN KEPRI Gubernur Kepri HM Sani dan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah meninjau pelaksanaan PATEN di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Rabu (16/10). Ribuan Pipa Tanpa Meteran

TANJUNGPINANG (HK) – Gubernur Kepulauan Riau HM Sani berpendapat bahwa PDAM Tirta Kepri selama ini tidak merugi.

Sementara PDAM mengatakan kebocoran terjadi tidak hanya karena pipa pecah tetapi juga banyaknya pipa ilegal yang dipasang tanpa meteran.

Gubernur mengatakan, setelah memanggil pimpinan PDAM dan kepala dinas untuk membahas masalah ini, ia tidak menemukan letak kerugian PDAM. “Pendapat saya PDAM itu tidak rugi. Untung dia (PDAM,red). Jadi beda dong antara pendapat dia dengan yang anda tulis,” ujar Gubernur kepada Haluan Kepri di Tanjungpinang, Rabu (16/10).

“Hitung-hitungan dari mana kalau itu (PDAM,red) rugi? Kalau masalah debit air menurun iya. Karena sekarang kan di mana pun sedang masuk musim kemarau. Sesegera mungkin akan kita kompensasikan dengan yang ada di Gesek untuk mengatasi masalah (kekeringan),” ujar Sani.

Ribuan Pipa Tanpa Meteran

Sementara kepada DPRD Kepri, PDAM Tirta Kepri menyampaikan bahwa kebocoran air yang terjadi selama ini bukan hanya karena pipa pecah melainkan ada oknum PDAM yang menyambung pipa air ke rumah warga tanpa meteran atau dikenal pipa cacing.

“Kebocoran air ini bukan hanya disepanjang jalan, tetapi adanya pipa-pipa cacing atau pipa air yang ilegal yang disambung tanpa sepengatahuan pihak PDAM. Banyak disini yang kepentingan. Saua tidak mau menyembutkan disini,” jelas Yudi Carsana, anggota Komisi II DPRD Kepri kepada Haluan Kepri, belum lama ini.

Yudi mengatakan, pipa cacing itu berjumlah sekitar 3.200 pipa dan PDAM mengatakan telah memberhentikan karyawannya yang nakal. Menurutnya manajemen PDAM saat ini sudah cukup baik karena mendapatkan keuntungan Rp4 miliar per tahun.

Hal berbeda disampaikan Rudy Chua, anggota DPRD Kepri. Rudy mengatakan, PDAM memang telah konsen menangani pipa ilegal dan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri telah membuat Detailed Engineering Design (DED) untuk memperbaiki pipa dan menertibkan pipa cacing.

“Anggaran untuk rehab pipa induk dan penertiban pipa cacing dianggarkan sekitar Rp55 miliar atau Rp60 miliar. Terutama perbaikan di zona I dari sekitar pasar hingga KM 2 Tanjungpinang yang banyak terdapat pipa cacing,” jelas Rudy.

Rudy mengatakan, penganggaran dana akan dilakukan secara bersama-sama melibatkan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Provinsi Kepri dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Jadi anggaran itu saat ini tengah dibicarakan. Terkait perluasan area tangkapan air di Waduk Sei Pulai, saat ini sudah susah. Karena banyak rumah hunian penduduk, kerusakan lahan dan perkebunan kelapa sawit,” ungkap Rudy.

Sebelumnya, sebuah organisasi peduli lingkungan, ALIM (Air, Lingkungan dan Manusia) Kepri, menyebutkan bahwa dari data yang diinput melalui website PDAM Tirta Kepri, angka kebocoran air tahun 2011 sebesar 58,59 persen dan tahun 2012 sebesar 50,16 persen. Sementara kapasitas produksi air pada tahun 2011 sebesar 5.315.000 meter kubik dan tahun 2012 sebesar 6.187.000 meter kubik.

Dari sana organisasi ini melihat bahwa separuh dari jumlah air yang diproduksi hilang. Padahal, kata dia, ketentuan batas toleransi kebocoran air adalah 20 persen. Artinya, 30 persen menguap. “Kalau dijadikan uang, berarti 30 persen dari 6.187.000 meter kubik dikali harga persatuan meter kubik air sebesar Rp2.000, maka potensi kerugian PDAM sebesar Rp3.712.200.000 dalam tahun 2012,” rinci Kherjuli, Direktur ALIM. (cw77/sut)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Oktober 30, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: