Wahai Garuda, Kami Butuh Air Ledeng


HCTPS buruk oke kompresInikah yang namanya pengelolaan Sumber Daya Air yang berkeadilan ? Inikah yang namanya Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berorientasi sosial, ekonomi dan lingkungan hidup secara selaras ?

Ketika harus merogoh saku dan membeli air dari mobil tangki dengan harga Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) untuk volume satu meter kubik. Sementara, yang lain (rumah tangga dan rumah tangga mewah) membelinya dengan harga Rp 2.600 (Dua ribu enam ratus rupiah) harga air PDAM per meter kubik.

Sudahlah mahal, kwalitasnya juga diragukan. Padahal, kita sama-sama tinggal di satu Kota, satu Kecamatan, satu Kelurahan, satu RW dan bahkan satu jalan. Jaraknya pun sangat berdekatan. Masih dalam hitungan meter dan belum dalam hitungan kilo meter. Bila diukur menggunakan pipa berkukuran 6 meter/batang, tidak lebih dari 100 batang saja.

Inikah yang namanya keadilan ? Apakah kesulitan air bersih ini merupakan buah ikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Apakah makna keadilan dan ikrar itu belum cukup menyatukan hak atas air.

Wahai Garuda, andaikan Engkau hidup,  mana yang menjadi pilihan mu. Air Pemerintah Daerah (PDAM) yang lebih murah, atau air mobil tangki yang relatif mahal ?

Wahai Garuda, menolehlah ketengah, kebelakang dan kekiri tubuh mu. Lihatlah, masih banyak anak negeri ini yang belum mendapatkan pelayanan air bersih/minum.

Wahai Garuda, berganjaklah dari kertas putih bertuliskan “Surat Keputusan Gubernur…”. Terbanglah dari kertas itu dan ajak Garuda lainnya meninggalkan tembok-tembok dinding perkantoran yang megah. Ayunkan sayap mu, terbang menuju kesini. Ketempat yang kamar mandinya pesing. Ketempat yang penuh dengan tumpukan pakaian kotor. Ketempat mandi Balita yang kering kerontang. Ketempat Wudhu yang berisi setengah air dan setengah debu.

Agar Engkau dapat merasakan, betapa anak negeri ini berada dalam kesenjengan akses air yang layak. Agar Engkau tahu, bahwa selama ini Engkau hanya dijadikan simbol ketidakberdayaan orang-orang yang berkuasa dengan simbol-simbol kekuasaan mu.

Wahai Garuda, berhentilah berpuasa dan hentikanlah kekuasaan para penguasa yang tidak peduli dengan nasib anak bangsa mu. Coba Kau Cuci Tangan mu pakai sabun dengan air yang kotor.

Wahai Garuda, Tak Ada Gunanya Menangis. Karena Kami Tidak Butuh Air Mata mu. Tapi Butuh Air Ledeng.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 26, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: