Hutan Bintan Menyimpan Tanaman Langka


Sumber : Tanjungpinang Pos : Diposting oleh  pada 7 July, 20130 Comment

  LANGKA: Anggrek raksasa atau anggrek hitam, salah satu tanaman langka yang ditemukan Kherjuli, Ketua LSM ALIM Kepri dan rekannya di hutan Bintan, baru-baru ini. F-astuti/tanjungpinang pos

LANGKA: Anggrek raksasa atau anggrek hitam, salah satu tanaman langka yang ditemukan Kherjuli, Ketua LSM ALIM Kepri dan rekannya di hutan Bintan, baru-baru ini.
F-astuti/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – LSM Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) baru-baru ini menemukan bunga anggrek hitam raksasa di Kawasan Batu 16 arah Kijang. Bunga anggrek raksasa ini merupakan salah satu tanaman yang masih langka.

“Anggrek hitam yang kami temukan di hutan Pulau Bintan ini hidup menempel di batang pohon Akasia,” Kherjuli, Direktur LSM ALIM Kepri seraya menambahkan bunga ini ia temukan bersama beberapa rekannya.

Keberadaannya seperti tanaman benalu/parasit. Anggrek hutan yang memiliki daun panjang sampai dengan 70 cm, lebar batangnya 5-7 cm dan batang bunga sepanjang 1,2 meter itu hidup menumpang makan dari pohon Akasia.
Bunganya berwarna kuning berbintik kehitaman seperti warna kulit macan. Akarnya berwarna putih dan merambat menghisap sari makanan dari pohon yang ditempelinya.

Kherjuli mengungkapkan, seperti jenis tanaman parasit lainnya, anggrek ini sudah pasti membawa resiko kerusakan terhadap pohon yang ditempelinya. Hal ini bisa dilihat dari batang pohon Akasia yang kering dan mulai lapuk.
Ia dan rekannya pun mencoba merubah pola hidup tanaman anggrek hutan ini dengan cara memindahkan dnyaari tempat hidup asalnya ke media pot berisi tanah hitam dengan kandungan humus yang relatif bagus.

“Menurut teman-teman yang tinggal di sekitar pohon ini, menyarankan agar pot tersebut diberi arang dan akar anggrek hutan itu diminta ditempelkan di atas arang,” bebernya.

Namun ia dan beberapa rekannya di LSM ALIM menolaknya dengan alasan menggunakan arang berarti ikut menikmati kepunahan hutan bakau (manggrove).

“Ya itulah konsekwensinya dari sebuah gerakan penyelamatan hutan bakau dan upaya untuk merubah pola hidup anggrek hutan. Manusia harus bisa merubah pola hidupnya juga dengan mencari bahan bakar alternatif pengganti arang. Jujur, kami sudah menemukannya berupa tempat pembakaran sate dan ikan tanpa menggunakan arang dan minyak tanah,” jelas Kherjuli.

Harapan Kherjuli, di Kepri ini bisa mengembangbiakkan tanaman langka ini agar tidak punah di makan waktu. Ia pun berharap masih banyak lagi pecinta tanaman yang bisa mengembangbiakkan pepohonan langka ini. (cr13)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 8, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sangat menginspirasi pak ..

    silahkan mampir ke AGROMANIA INDONESIA FORUM
    MEDIA UNTUK SELURUH KOMODITI AGROBISNIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: