Toapaya Belum Bentuk Bank Sampah


Sumber : Tanjungpinang Pos : Diposting oleh  pada 29 May, 20130 Comment
 Dibentuk Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan

LINGKUNGAN HIDUP: Nara sumber dari BLH, Ryna Tambunan menyampaikan materi saat pembentukan kelompok masyarakat peduli lingkungan di Toapaya, Selasa (28/5). F-YUSFREYENDI/TANJUNGPINANG POS

LINGKUNGAN HIDUP: Nara sumber dari BLH, Ryna Tambunan menyampaikan materi saat pembentukan kelompok masyarakat peduli lingkungan di Toapaya, Selasa (28/5).
F-YUSFREYENDI/TANJUNGPINANG POS

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bintan kembali mengadakan pertemuan dan membentuk kelompok masyarakat peduli lingkungan hidup, Selasa (28/5). Hanya saja, pembentukan Pokmas peduli lingkungan hidup itu dilakukan di Kecamatan Toapaya.

Saat pembentukan Pokmas peduli lingkungan hidup di Toapaya, masyarakat yang hadir hanya berkisar 30 orang, lebih sedikit dibandingkan saat pembentukan kelompok di Bintan Timur. Pasalnya, masyarakat dan unsur pemerintahan desa serta kecamatan yang hadir belum melibatkan pelaku pengolahan sampah dari unit usaha Bank Sampah.

“Di Toapaya, belum ada bank sampah. Jadi warga yang hadir masih merupakan pelaku pengrajin pengolahan sampah. Setelah dibentuk Pokmas peduli lingkungan, baru disosialisasikan pembentukan bank sampah,” ujar Agus Riyanto usai membuka pertemuan.

Kepada masyarakat, Agus Riyanto menjelaskan, pembentukan Pokmas peduli lingkungan hidup bertujuan untuk pengelolaan sampah sekaligus pembinaan kepada calon kader dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan masyarakat.

Melalui pembentukan kelompok masyarakat peduli lingkungan, diharapkan masyarakat bisa mengambil hal yang positif dalam upaya mengelola sampah serta meningkatkan efektifitas fungsi pengawasan terhadap masalah lingkungan hidup.

Kelompok masyarakat peduli lingkungan juga menjadi perpanjang tangan pemerintah dalam memberikan informasi lingkungan serta usaha pemberdayaan yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan hidup.

Pembentukan kelompok masyarakat peduli lingkungan tersebut dilakukan diskusi tentang permasalahan lingkungan yang terjadi selama ini. Dari kalangan LSM lingkungan dan praktisi menyampaikan tentang peran masyarakat dalam pelestarian dan lingkungan.

Sedangkan dari nara sumber BLH Bintan yang disampaikan Ryna Tambunan, materi yang dipaparkan berkaitan dengan peran masyarakat terhadap upaya pencegahan pencemaran lingkungan di tengah sosial.(fre)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juni 7, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: