VISI DAN MISI : PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN (Antara Calon Kepala Daerah dan Calon Pengusaha Tambak Buaya)


Zombatar_2Sekarang ini, hampir setiap Calon Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) di Indonesia memiliki VISI dan MISI yang berkaitan dengan Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Visi dan Misi itupun di dengungkan pada setiap kesempatan Kampanye mereka. Lalu disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD. Kemudian dikupas dalam Debat Calon. Pertanyaannya, pernah Visi dan Misi berkaitan lingkungan itu dilakukan uji publik atau uji kelayakan oleh pihak-pihak yang berkompeten dan bersertifikasi dibidang lingkungan ?

Zombatar_1Sepanjang yang kita ketahui, jawabannya “TIDAK”. Baik dalam kesempatan Kampanye, pada Rapat Paripurna Dewan maupun Debat Calon. Dengan demikian, Visi dan Misi Calon Kepala Daerah berkaitan Pembangunan berwawasan lingkungan sulit diterima secara keilmuan maupun legal formal. Publik tidak bisa menilai, apakah Visi dan Misi itu realaistis atau tidak dengan kondisi existing maupun jangka waktu kedepan. Misalkan ditinjau dari kemampuan APBDnya atau SDM yang dimilki. Atau bagaimana langkah strategis untuk mewujudkan Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan konsekwensi yang ditimbulkan.

Dengan demikian, maka Visi dan Misi itu memang sulit untuk dipertanggung jawabkan secara keilmuan maupun profesional. Visi dan Misi hanya sebatas prasyarat yang harus dilengkapi oleh para Calon Kepala Daerah, namun belum menjadi jaminan bagi publik untuk memperoleh lingkungan yang baik dan sehat sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia bila mereka terpilih nantinya. Visi dan Misi tersebut tak ubah seperti Kado Politik yang harus Calon Kepala Daerah berikan kepada mitra kerjanya di Dewan. Bukan kado lingkungan untuk Publik.

Bagi publik yang mengetahui betapa buruknya sistem politik di negeri ini, maka mereka tidak terlalu menghiraukan Visi dan Misi tersebut. Namanya juga Kado Politik, ya, orang-orang politiklah yang memahaminya.

Oleh karena itu, Visi dan Misi itu disampaikan kepada lembaga politik (DPRD) dan bukan kepada lembaga pendidikan atau Pemerintah yang membidangi urusan lingkungan hidup untuk dilakukan uji publik dan uji konsistensi sesuai keilmuan dan ketentuan yang mengatur tentang lingkungan hidup.

Buruknya sistem politik dibuktikan dengan sebuah perbandingan terhadap sebuah profesi atau jabatan usaha. Misalkan saja calon pengusaha Tambak Buaya. Sebelum kegiatan usaha dilakukan, calon pengusaha wajib menyampaikan dokumen AMDAL/UKL-UPL. Setelah dokumen lingkungan hidup tersebut dinyatakan layak oleh Komisi AMDAL, barulah pengusaha tersebut boleh mengajukan Izin Lingkungan dan menjalankan kegiatan usahanya. Mereka boleh membangun Tambak Buaya dan prasarana lainnya. Dengan demikian, mereka pun menjadi pengusaha yang didasarkan pada norma-norma lingkungan hidup, baik sosial, ekologis dan lain-lain.

Bagaimana dengan calon Kepala Daerah ? Ya,.. Jangankan publik, anggota DPRD yang menerima Visi dan Misi mereka (CALON KEPALA DAERAH) saja tak tahu harus berbuat apa terkait kelayakan pembangunan berwawasan lingkungan dan konsekwensinya. Padahal, yang akan dibangun Kepala Daerah terpilih adalah daerah otonom yang sangat luas dibanding tambak buaya. Tetapi, itulah sistem politik kita. Warna-warni di luar tetapi gelap didalamnya.

Masak sih, mau membangun daerah hanya berbekal dokumen tipis yang memuat Visi dan Misi yang isinya belum teruji kelayakannya ? Sementara Pengusaha Tambak buaya, wajib menyusun diokumen AMDAL/UKL-UPL yang berisi pelingkupan dan kedalaman kajian terhadap lingkungan di wilayah studi/usaha yang telah mendapatkan kelayakan dari pihak berkompeten.

Dapatkah dokumen Visi dan Misi yang disampaikan calon Kepala Daerah kepada DPRD diperoleh publik seperti Dokumen AMDAL yang setiap saat dapat diperoleh publik sebagai wujud keterbukaan informasi publik ?

Waulahualam.
Kherjuli
Pemerhati Lingkungan.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Mei 19, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: