Sistem Politik belum mampu mendobrak kwalitas lingkungan hidup


Sistem Politik kita belum mampu mendobrak kwalitas lingkungan hidup menjadi semakin meningkat, tetapi malah sebaliknya, menjadi cenderung menurun. Bukan saja Regulasi yang dihasilkan masih lemah, tetapi juga menyangkut Pengawasan dan Penganggarannya juga yang masih kecil. Begitu juga Kebijakan terkait Lingkungan Hidup,.. Jauh.

Cost Politic tak sebanding dengan Cost Environmet. Untuk membuat Regulasi terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di daerah saja, memerlukan biaya yang mahal dibanding norma-norma hukum yang dihasilkan dalam regulasi itu sendiri. Karena banyak norma-norma yang dihasilkan dari COPY PASTE hasil STUDI BANDING di daerah/negara lain yang menghabiskan banyak uang.

Untuk memilih Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Anggota DPR/DPRD/DPD menghabiskan banyak uang. Sangat bertolak belakang sekali ketika memilih Ketua Adat yang peduli terhadap lingkungan dan kearifan lokal. Nyaris tanpa uang atau sedikit uang saja.


Namun, tidak bisa dinafikan bahwa ada sejumlah daerah yang masih bisa mempertahankan kwalitas lingkungan hidupnya tetap baik dan sehat. Yaitu, daerah yang masih menjaga hukum adat dan kearifan lokalnya dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Lembaga Adat lebih berperan dalam menjaga kwalitas lingkungan secara turun temurun dibanding lembaga Politik. Tokoh adat lebih disegani dan menjadi panutan dibanding Tokoh Politik. Dan untuk menjadi Tokoh adat tidak memerlukan banyak uang, melainkan Kejujuran untuk memerangi sifat rakus para perusak lingkungan.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Mei 18, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: