PDAM Tirta Kepri Diminta Publikasikan Laporan Keuangan


Sumber : HALUAN KEPRI : SELASA, 30 APRIL 2013 00:00

TANJUNGPINANG (HK) – PDAM Tirta Kepri diminta mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit kepada publik. Hal itu sesuai dengan pasal 63 huruf (g) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Kami minta PDAM Tirta Kepri segera mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit kepada masyarakat luas. Berapa sebenarnya laba yang PDAM peroleh pada tahun 2012 yang lalu. Berapa kewajiban (utang) jangka panjang dan pendek yang masih harus dilunasi dan lain sebagainya,” kata Direktur LSM Air, Lingkungan dan Manusia (Alim) Provinsi Kepri, Kherjuli, Senin (29/4) di Tanjungpinang.

Sejauh ini, kata Khairjuli, masyarakat belum pernah melihat dan membaca laporan keuangan PDAM Tirta Kepri yang telah diaudit, baik melalui media cetak lokal dan lainnya.

“Yang ada hanya statement (pernyataan) dari pejabat PDAM saja yang menyebutkan kalau PDAM memperoleh laba sekitar Rp 3,58 miliar. Sedangkan neraca dan rugi labanya belum pernah dipublikasikan. Kami berharap agar PDAM dapat membuat laporan penyelenggaraan secara transparan, akuntabel dan bertanggung jawab, sesuai dengan prinsip tata pengusahaan yang baik. Hal ini penting sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar publik,” tegasnya.

Berdasarkan Permendagri No. 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM, lanjut dia, mestinya Direksi PDAM sudah menyebarluaskan laporan keuangan melalui media massa paling lambat 15 hari setelah laporan disahkan oleh kepala daerah, pada penutupan tahun buku PDAM. Namun sampai hari ini belum terlihat.

“Kami senang bila PDAM, ternyata sudah mampu memperoleh keuntungan pada penutupan tahun buku. Namun bilamana belum, jangan terlalu dipaksakan untuk tujuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau prestisi. Sementara masih banyak calon pelanggan yang belum terlayani karena alasan keterbatasan keuangan PDAM untuk membiayai jaringan pipa sekunder. Seperti di Kampung Mekar Jaya KM 7 dan perumahan lainnya,” ungkap Kherjuli.

Menurut Kherjuli, bila PDAM belum dapat laba juga tidak masalah, termasuk tidak menyetorkan PAD. Jika berada pada posisi break event point (biaya dan pendapatan sama) saja sudah sangat baik dari kondisi sebelumnya yang sangat terpuruk.

“Namun yang penting masyarakat harus dapat terlayani air bersih dengan adil dan merata, serta Pemprov Kepri dapat mewujudkan tanggung jawabnya untuk menyediakan air bersih dengan kualitas yang lebih baik lagi,” kata Kherjuli

Dikhawatirkan, bila laporan keuangan PDAM tidak disajikan apa adanya dan publik tidak bisa mengetahui dan ikut menilainya, maka kredibilitas Direksi PDAM akan menjadi bahan pertanyaan pihak-pihak yang mengerti dengan pengelolaan PDAM. Termasuk oleh karyawannya sendiri.

“Informasi yang kami peroleh, PDAM Tirta Kepri masih terutang dana pensiun dengan Dapenmapamsi lebih kurang Rp 1,4 miliar,” ungkap Kaherjuli.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Kepri Komisi II yang membidangi Ekonomi dan Keuangan, Rudy Chua mengatakan, seharusnya memang PDAM Tirta Kepri harus transparan terkait hasil audit keuangannya kepada masyarakat.

“Memang laporan hasil audit keuangan tahun 2009-2010 ada laporannya, namun untuk tahun 2011 hingga tahun 2012 belum pernah kami minta laporan hingga saat sekarang. Karena pada waktu itu kita minta laporan audit keuangan karena akan membahas tentang kenaikan harga,” katanya.

“Bila masyarakat ingin mengetahui hasil audit keuangan PDAM itu sah-sah saja. Malah kita menganjurkan dan mengharapkan kepada PDAM untuk terbuka saja dalam hal hasil audit keuangan tersebut. Karena itu bukan rahasia dan saya yakin pihak PDAM akan mau memenuhi permintaan masyarakat,” jelasnya lagi.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholiq saat dikonfirmasi hal ini menjelaskan, hasil audit keuangan PDAM telah disampaikan kepada Dewan Pengawas (DP) PDAM Kepri yang dipimpin oleh Andi Anhar Khalid.

“Selain itu, kita juga melaporkan hasil audit bulanan, audit pertriwulan dan juga hasil audit tahunan, selain itu juga kita menggunakan akuntan publik. Jadi semua hasil audit dilaporkan ke DP dan hasil audit tahunan itu juga dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Kepri (Gubernur) yang disampaikan oleh DP,” jelasnya.

Kata Kholiq, masyarakat yang ingin mengetahui hasil audit keuangan PDAM itu harus ada dasar yang jelas.

“Masyarakat ingin mengetahui itu, dalam rangka apa dan untuk apa dan apa dasarnya. Kita hanya berhak melaporkan hasil audit tersebut kepada Dewan Pengawas saja, bila ingin mengetahui hasil audit itu tergantung dari DP dan pada bulan Maret 2013 kalau tidak salah pihak DP telah mengumumkan di salah satu media,” jelasnya lagi.

Terkait utang PDAM, kata dia, itu merupakan utang lama dan seiring membaiknya keuangan PDAM telah mencicilnya hingga saat ini.

“Itu merupakan utang tahun 2007. Seiring membaiknya keuangan pihak PDAM telah mencicilnya setelah sebelumnya ada kesepakatan dengan pihak Dapenmapamsi. Jadi hingga saat ini masih mencicilnya,” ujarnya. (sut)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Mei 5, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. I know this web site presents quality depending content and other stuff, is there any other web
    page which gives these kinds of information in quality?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: