Program Sanimas Jangan Salah Sasaran


SONY DSC

Contoh Lokasi Layak Sanimas

Sasaran Program Sanitasi Berbasis Masyarakat di Pasar Baru Tanjungpinang, sepertinya Setengah Hati. Setengah untuk BUMD dan setengahnya lagi untuk masyarakat. Kalau begitu diganti saja menjadi Program Sanitasi Berbasis BUMD dan Masyarakat.

Seyognya BUMD yang menjalankan kegiatan usaha profit oriented di lokasi yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap Sanitasi dan lingkungan pemukiman masyarakat, melalui Corparate Social Responsibility (CSR) atau dana kepedulian terhadap masyarakat dan menjadi Dinamisatornya.

Ini malah menjadi Fasilitator. Mau enaknya saja ya.. Terlebih program Sanimas itu dibiayai oleh Negara melalui APBN. Mestinya malu dong sama PT. Angkasa Pura dan BUMN lainnya yang telah memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

Dari pertanyaan dibawah ini, perlu dipikirkan beberapa hal sebagai berikut ini :
1. Bila Sanitasi (MCK) dibangun diatas lahan yang menjadi penguasaan BUMD, berarti akan ada profit sharing (bagi hasil) terhadap sarana MCK dan Sanitasi itu dikemudian hari ?
2. Apakah BUMD menghibahkan lahan tersebut kepada Kelompok Swadaya Masyarakat untuk selamanya, atau hanya sekedar pinjam pakai, disewakan dalam kurun waktu tertentu ?
3. Bagaimana bila ada rencana perluasan usaha BUMD dilokasi itu dikemudian hari ?
4. Apakah masyarakat di lokasi tersebut sudah tepat sebagai sasaran program Sanitasi Berbasis Masyarakat dan,
5. Bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat tersebut ?

Dari hasil pemantauan dilapangan, sampai saat ini, para pedagang Ikan melakukan aktivitas buang air kecil dan BAB di Kedai Kopi dekat lokasi mereka berjualan. disekitarnya. Termasuk para pembeli dan nelayan. Tingkat keramaian biasanya dimulai pada pukul 07.00 s.d pukul 11.00 wib. Kecualai hari Sabtu, minggu dan hari-hari besar dan libur nasional. Belum ada WC di lokasi tersebut. 1 unit WC milik Perusda terletak di Pasar Sayur yang letaknya bersebelahan dengan pasar Ikan. Setiap kali buang air kecil dan BAB dikenakan pembayaran yang katanya untuk kebersihan.

Karakteristik masyarakat di Pasar Ikan (belakang Pelantar KUD) adalah pedagang. Kebanyak diantara mereka tidak tinggal dilokasi usaha melainkan tinggal dirumahnya masing-masing di luar kawasan pasar. Kalau malam, dilokasi itu terlihat sepi dan lenggang.

Bila jadi direalisasikan, mungkin Sanimas pertama di Indonesia yang berada ditengah pusat perdagangan yang diapit Ruko dan Tauke-tauke berduit berkaliber Eksportir dan Importir. Sanimas pertama untuk orang Kaya.

Semoga tulisan ini menjadi bahan yang tidak dipandang sebagai tindakan antipati melainkan sebagai kritik yang konstruktif. Bisa jadi kami yang keliru. Kami melihat, masih banyak masyarakat lain sebagai sasaran yang lebih layak untuk program Sanimas.

Baca Haluan Kepri terkait berita diatas.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 19, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: