Biar Pengembang Nakal Jera


Alim Dukung Bangunan Bermasalah Dibongkar

Diposting oleh  pada 4 April, 20130 Comment

Kherjuli

(Kherjuli : Ketua Lembaga ALIM Kepri)

Sikap tegas Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, kepada pengembang yang dinilai melanggar mendapat dukungan dari masyarakat. Bahkan, tidak hanya dibongkar dan dicabut izin yang sudah diberikan, dipidanakan sekalipun dinilai bisa dilakukan.

Ketua Lembaga Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri, Kherjuli, mengaku sangat mendukung tindakan tegas wali kota yang mengancam akan mencabut izin jika tidak mengindahkan aturan yang ada. Sebelumnya, terkesan pengembang tidak mendapat peringatan dan kontrol keras dari pemerintah.

“Longsornya bukit di salah satu perumahan di Jalan Batu Delapan itu salah satu bukti kalau pengembang tidak mau peduli lingkungan. Akibatnya, pihak lain yang dirugikan,” kata Kherjuli kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (3/4).

Kherjuli yang kini juga menjadi satu anggota di Badan Sumber Daya Air Kepri ini mengingatkan, sebenarnya ada dasar bagi Pemko Tanjungpinang untuk bisa meninjau atau mencabut IMB. Dikatakannya, ada beberapa undang-undang yang mengatur itu, antara lain UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan UU No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Di dalam UU Nomor 7 Tahun 2004, diatur sanksi atau hukuman terhadap pelaku tindak pidana sumber daya air. Dalam aturan itu, ditegaskan, setiap orang atau badan usaha yang dengan sengaja atau tidak sengaja menyebabkan terjadinya sumber daya air rusak hingga menimbulkan kerugian pada pihak lain, dapat dipidana dan didenda sesuai tingkatan kesalahan mereka.

“Dipidana saja pengembangnya bisa, apalagi hanya sekedar membongkar dan mencabut IMB nya, lebih dari bisa. Cek lagi dokumen lingkungan hidupnya seperti UKL dan UPL. Kita ingin ada efek jera bagi pengembang yang tidak memperhatikan daya rusak air dan dampak lingkungan “ papar Kherjuli.

Di samping itu, tambahnya, Pemko Tanjungpinang juga diminta memperkuat kapasitas kelembagaan dan aparaturnya. Tidak dapat dipungkiri, selama ini kelembagaan dan aparatur yang mengalami pembangunan masih lemah.

Koordinasi antar instansi, misalnya,nyaris tidak ada. Padahal, beberapa instansi yang ada mempunya keterkaitan untuk perencanaan dan pengendalian dampak pembangunan perumahan dan pertokoan.

Diketahui, ada beberapa instansi yang tugasnya berkaitan ke arah ini, seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satpol PP, Badan Perizinan Terpadu (BP2T) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Perencanaan hingga Pengawasan
Untuk mengatur pembangunan perumahan dan pertokoan, seharusnya dimulai dari perencanaan kota yang bagus hingga pengawasan yang ketat. Untuk itu, izin yang dikeluarkan seharusnya sudah benar-benar sesuai perencanaan yang ada.

Untuk pengawasan, Pemko Tanjungpinang juga harus menjadikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang kerjanya benar-benar berfungsi. Kata Kherjuli, ada PPNS di lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Tata Ruang, Kehutanan, Sumberday Air dan lain-lain.

“Sesuai ketentuan, PPNS dapat menyita, menahan, menghentikan kegiatan yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Kalau Satpol kan lebih kepada penegakan Perda dan Perwako,” tegasnya.

Kherjuli melihat, selama ini para pengembang terkesan membandel karena penegakan hukum masih dirasakan lemah.

“Sekarang, saya yakin pak wali kota dapat menegakkan aturan itu. Karena beliau baru menjabat, dan tidak terkait dengan kejadian masa lalu yang terkait dengan lemahnya penegakan hukum, baik tata ruang, sumber daya air, dan lingkungan hidup,” harapnya.(ABAS)

Sumber : Tanjungpinang pos

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 4, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: