Pidato Presiden Air pada peringatan hari air dunia 2013


Assalamualaikum wr wb
Salam sejahtera untuk kita semua.

Saudara Gubernur, Bupati/Walikota sebangsa dan setanah air,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan rasa syukur kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan air bagi kehidupan kita dan makhluk lainnya. Air adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam segala bidang.

creator
picasion gif creator

Dalam menghadapi ketidakseimbangan antara ketersedian air dan kebutuhan air, maka sumber daya air yang ada harus dikelola dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengedepankan fungsi social, ekonomi dan lingkungan hidup secara selaras.

Saat ini, paradigma pengelolaan sumber daya air telah bergeser dari social oriented menjadi profit oriented. Sebelumnya, air dianggap barang social yang diperoleh dengan cara-cara yang mudah dan murah. Namun sekarang telah bergeser menjadi komoditas yang sangat berharga. Untuk mendapatkannya dalam jumlah yang cukup dan kwalitas yang baik serta berkesinambungan, dibutuhkan biaya yang relative besar.

Air tidak saja diperdagangkan melalui pipa dan selang, tetapi telah diperjualbelikan dalam berbagai bentuk kemasan. Mulai dari yang sangat sederhana seperti gallon dan botol, hingga dalam kemasan yang sangat exlusif seperti botol kaca dan Kristal. Disamping itu, penanggulangan daya rusak air (banjir dan longsor) memerlukan biaya yang relative besar. Terlebih, volume dan intensitas banjir dan longsor yang semakin meluas dari waktu kewaktu.

Saudara Gubernur, Bupati/Walikota sebangsa dan setanah air,
Tidak dapat dipungkiri, paradigma air sudah mulai merambat keaspek lingkungan. Namun sayangnya masih sebatas wacana dan rencana. Buktinya, meski sudah ada anjuran dalam PP Nomor 16 Tahun 2005 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mengharuskan PDAM mendistribusikan air yang langsung layak diminum sejak 1 Januari 2008, namun kenyataannya masih terus tertinggal dan belum bisa naik kelas diatas air bersih. Penyebabnya beragam. Mulai dari kwalitas air baku yang terus menurun akibat pencemaran, pipa-pipa PDAM yang sudah tergolong tua, ditambah kesulitan keuangan untuk operasional dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

Kerusakan lingkungan yang mengakibatkan semakin menurunnya kwantitas dan kwalitas air terus dikampanyekan berbagai pihak agar mendapatkan solusi yang nyata. Namun sayangnya, belum terlalu menyetuh tataran implementasinya. Aksi nyata yang ditunggu-tunggu sebagai upaya untuk penyelematan sumber daya air masih sangat minim sekali.

Sedikit sekali Gubernur, Bupati dan Walikota yang mau melakukan aksi nyata penyelamatan air ditinjau dari aspek lingkungan. Jangankan hal-hal yang besar, hal-hal yang kecil dan sepele saja, seperti ikut menyuarakan pentingnya penyelamatan air pada momen penting Hari Air Dunia, masih enggan. Padahal, saat mereka kampanye dalam Pilkada dahulu, issu air dan lingkungan hidup ikut diperjuangkan. Sekarang, sudah banyak yang lupa, karena larut dalam aura tahta dan harta.

Saudara Gubernur, Bupati/Walikota sebangsa dan setanah air,
Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa akan menambah nikmat air, kalau kita senantiasa bersyukur. Benar, rasa syukur itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk perkataan dan tindakan. Ada yang bisa dilihat dan ada pula yang tersimpan didalam hati. Namun, sebagai pejabat public hendaknya Kepala Daerah harus tampil dihadapan public. Setidaknya, menjelaskan kepada public betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia. Anda saja yang diselimuti harta dan tahta bisa lupa, apalagi warga Anda yang dirundung kemiskinan.

Sampaikanlah, betapa air saat ini harus diselaraskan fungsinya. Baik social, ekonomi dan lingkungan hidup. Jangan disaat persoalan air mulai mendera warga, Anda baru tampil. Okelah, tetapi yang harus diingat pula, ada pertanggungjawaban Anda dihadapan Allah swt, Tuhan YME, sang pencipta Air. Bukankah salah satu tugas Anda adalah membantu Saya untuk menyelamatkan bumi, tanah dan air tercinta ini ? Bukankah tugas Anda semua untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat ?

Coba Anda renungkan, bila banjir dan kelangkaan air masih saja terus melanda negeri ini. Daya dukung lahan akan semakin menurun. Transportasi lumpuh. Ekonomi terganggu. Daya beli masyarakat juga akan berpengaruh. Lalu, ketahanan pangan kita terusik akibat ketahanan air untuk irigasi pertanian. Sawah, Pertanian dan Perkebunan rusak. Air semakin langka dan berubah menjadi kekeringan. Kalau sudah terjadi seperti itu, tidak ada cara lain selain membuka kran impor beras dan lain-lain. Perekonomian nasional ikut terusik pula.

Jangan salahkan air. Jangan katakan musibah air. Sebab air bukan sumber musibah melainkan sumber berkah. Tapi, salahkanlah diri kita sendiri yang tidak mampu mengelola air dengan sebaik-baiknya. Salahkan jabatan kita. Mengapa kita mau menjadi pejabat dan orang nomor satu di negeri dan daerahnya masing-masing ?

Saudara Gubernur, Bupati/Walikota sebangsa dan setanah air,
Melalui peringatan Hari Air Dunia 2013 dengan Tema : Kerjasama Air (Water Coorperation) Saya mengajak Saudara-saudara semua untuk meningkatkan kerjasama air dalam berbagai bidang. Saya minta kepada Menteri terkait untuk menyampaikan konsep peringatan Hari Air Dunia tahun depan, dan Saya minta tidak kita peringati dalam mimpi seperti saat ini, melainkan dalam dunia nyata. Dunia dimana kita tidak sedang tidur dan ngigau atau ngelindur.

Saya INTRUKSIKAN agar seluruh Kepala Daerah dapat melakukan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Air Dunia didaerahnya masing-masing. Bagi yang sudah, Saya sampaikan ucapan terimakasih semoga Allah swt, Tuhan TME membalas kebaikan Saudara. Bagi yang belum, lakukanlah.

Tidak enak sama Tuhan kalau kita hanya berdiam diri saja. Lagi pula, apa kata dunia nanti. Bukankah Negara kita memiliki sumber daya air nomor 4 terbesar didunia. Bukankah Negeri kita adalah negeri yang berpenduduk penganut muslim terbesar didunia ? Bukankah Islam dan agama lainnya menganjurkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat air yang Allah swt dan Tuhan berikan ?
LAKSANAKAN !

Asslamualaikum wr wb
Salam sejahtera untuk kita semua.

MIMPI, 22 Maret 2013

t.t.d

PRESIDEN AIR
Kita Semua

Banyak yang bertanya kepada Saya, siapakah Presiden Air itu. Lalu banyak pula yang menyatakan kalau Presiden Air adalah Saya, Kherjuli. Sebenarnya, Presiden Air itu adalah kita semua. Saya, Anda dan kita semua yang diamanahkan Allah swt, Tuhan YME untuk menjaga, mengelola dan menyelamatkan air ciptaanNya dengan sebaik-baiknya. Menyelamatkan air berarti ikut menyelamatkan sumber kehidupan.

Presiden adalah sebuah predikat tertinggi dalam system Pemerintahan Presidentil. Seorang Presiden berarti orang yang sangat berpengaruh dan sangat penting dinegerinya. Sedangkan Air adalah sumber kehidupan. Jadi Presiden Air adalah orang yang menempatkan air pada kedudukan yang sangat berpengaruh dan penting bagi kehidupan dirinya sendiri dan orang lain. Tiap kita adalah Presiden Air yang senantiasa membutuhkan air untuk kelangsungan hidup.

Selamat Hari Air Dunia 22 Maret 2013

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 1, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: