Tuntaskan Banjir dan Kelangkaan Air


wall-wwd-1.pngPeringatan HARI AIR DUNIA KE XXI, 22 MARET 2013
Oleh : Kherjuli
Ketua Lembaga Air, Lingkungan dan Manusia
(ALIM) Provinsi Kepulauan Riau

Meskipun sudah diperingati sejak tahun 1992, namun masih banyak yang belum tahu kalau tanggal 22 Maret merupakan Hari Air Dunia (Wolrd Water Day). Tanggal 22 Maret 2013 ini merupakan Hari Air Dunia yang ke XXI.

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia, Lembaga Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang bertujuan menyebarluaskan informasi dan menggugah kesadaran untuk selalu peduli terhadap air.

Banjir dan kelangkaan air merupakan dua issu yang diusung ALIM pada peringatan Hari Air Dunia 2013 di Kepri. Mengingat tema Hari Air Dunia 2013 adalah Water Coorperation atau Kerjasama Air, maka melalui moment penting ini ALIM mendesak Pemerintah/Pemerintah Daerah untuk segera menuntaskan masalah banjir dan kelangkaan air melalui kerjasama yang kongkrit dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Kami mendesak Pemerintah Daerah yang ada di Kepri ini untuk segera menuntaskan masalah Banjir dan Kelangkaan Air Bersih.

Banjir atau Daya Rusak Air

Banjir yang kerapkali terjadi pada musim hujan di Kota Tanjungpinang, Bintan, Batam dan Karimun merupakan bukti bahwa penataan lahan didaerah itu masih kurang efektif.

Padahal, seperti yang kita ketahui, Pulau Batam, Bintan dan Karimun tidak memiliki sungai-sungai besar yang sewaktu-waktu bisa meluap dan menimbulkan banjir. Atau gunung dan perbukitan yang tinggi yang menyebabkan air di daerah hulu sulit dibendung. Seperti di Sumatera, Jawa dan daerah lainnya di Indonesia.

Banjir yang terjadi di pulau-pulau itu lebih dikarenakan pekerjaan cut and fill (potong dan timbun) dan pembukaan lahan yang kurang memperhatikan dampak lingkungan dan daya rusak air. Ditambah pula buruknya system drainase perkotaan dan lemahnya penegakan hukum. Tidak dapat dipungkiri, kepedulian dan kesadaran warga dan pengembang terhadap air dan lingkungan masih kurang. Mereka kurang memperhatikan daya dukung lahan dan lingkungan. Intinya tetap pada penataan lahan juga. Harus ditetapkan dalam RTRW dan diawasi pelaksanaannya.

Melalui peringatan Hari Air Dunia 2013 ini, ALIM mengajak pengusaha tambang dan pengembang yang telah menggali keuntungan dari perut bumi Bintan, Batam dan Karimun untuk membantu Pemda menuntaskan masalah banjir.

Ironis rasanya, hutan saja bisa diubah menjadi areal tambang dan pemukiman, bukit dipotong, rawa ditimbun rata dengan daratan, dan permukaan tanah dikeruk menjadi kolam raksasa, tapi dibeberapa jalan raya dan pemukiman masih terjadi banjir. Penyebabnya karena drainase.

‘Yang berat-berat saja bisa dilakukan kok, masak sih yang ringan-ringan, seperti membenahi drainase saja tidak bisa ? Buat jalan lebar dan panjang saja bisa, apalagi drainase. Tetapi, begitulah kenyataannya”.

Iini merupakan momen yang tepat untuk semua pihak mulai melakukan kerjasama menuntaskan banjir, dan menghentikan kerjasama yang dapat merusak daya air hingga menimbulkan titik-titik banjir baru. Mulai hari ini “STOP BANJIR !”.

Kelangkaan Air Bersih

Persoalan air yang tidak kalah merepotkan warga adalah kelangkaan air bersih di perkotaan. Di kota Tanjungpinang, Uban Ranai, Kijang dan Tanjung Balai Karimun, kelangkaan air masih terus mendera warga.

Cakupan pelayanan PDAM belum mampu memenuhi setengah dari jumlah penduduk Tanjungpinang, Uban, Kijang dan Ranai. Apalagi di Tanjung Balai Karimun, kondisinya lebih parah lagi. Sekarang, warga Balai tengah menghadapi kesulitan air bersih.

Sejumlah kerjasama air dengan pihak investor asing telah dijajaki. Seperti di Karimun setahuN yang lalu, dan sekarang menyusul Bintan pula. Namun semuanya masih mengundang banyak pertanyaan. Sebatas wacana atau rencana ? Kalau rencana, tentu harus dituangkan didalam Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) dan harus dilakukan konsultasi public terlebih dahulu.

Kerjasama dengan investor asing itu membuat sejumlah warga terlanjur menaruh harapan yang tinggi. Setinggi modal yang dibawa investor ke daerah ini. Yang menganggap modal investor tipis, justru apriori dan pesimis. Jangankan untuk memenuhi permintaan industry galangan kapal di Karimun dan pangsa pasar Singapura, untuk penduduk tempatan saja masih diragukan. Itulah kerjasama air dengan pihak swasta.

Lain lagi dengan kerjasama air antara Pemerintah dengan Pemerintah daerah. Penyulingan Air laut menjadi air tawar yang konon bisa langsung layak diminum untuk warga kota Tanjungpinang, hingga hari ini masih menjadi harapan. Proyek Sei Gesek yang dijagokan untuk menyelesaikan krisis air bersih hingga akhir tahun ini, ikut dipertanyakan. Dapatkah proyek tersebut menjadi kenyataan, atau hanya janji yang tidak bisa ditepatkan ?

Melalui kerjasama air ini ALIM mengingatkan Pemerintah dan Pemerintah daerah untuk konsisten dengan janji-janjinya. Meskipun demikian, selain ketepatan, yang tidak kalah pentingnya adalah hasilnya. Harus benar-benar dapat dirasakan manfaat airnya oleh masyarakat. Bukan bangunannya atau sarana dan prasarananya saja. Alias proyek gagal atau proyek air untuk orang bunian.

Kegiatan Hari Air Dunia 2013

Serangkaian kegiatan yang telah dilakukan ALIM antara lain, aksi Blog Air, Kampanye Air di Jejaring Sosial, Artikel dan Opini Air dan Dialog Air. Untuk dialog air, ALIM bekerjasama dengan RRI Tanjungpinang. Digelar sebanyak tiga kali. Kemaren pada tanggal 19 Maret 2013. Lalu pada hari puncak tanggal 22 Maret 2013 sebanyak dua kali.

Dialog tersebut akan disebarluaskan secara nasional melalui RRI Pro 3 Jakarta dalam program Indonesia Merah Putih pukul 01.00 wib sampai dengan pukul 02.00 wib dan Indonesia Menyapa pukul 08.00 wib sampai dengan pukul 08.30 wib.

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, Ully Sigar Rusadi aktivis lingkungan di Jakarta dan Kherjuli aktivis air Kepri rencananya akan menjadi narasumber dalam Dialog yang terakhir itu.

Kegiatan lainnya adalah Aksi 1000 Botol Air Untuk Semua dan Kenduri Air. Jadwalnya akan kita tentukan kemudian. Sembari menunggu partisipasi berbagai pihak untuk ikut peduli terhadap air. Bila bicara air, selain menjadi tanggung jawab Pemerintah, swasta dan masyarakat, juga menjadi urusan setiap orang.

Bisa jadi kedepan, 1 tetes air itu akan direbut berapa umat d¡ dunia, karena air adalah kebutuhan yang paling penting bagi manusia, tanpa air manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Berbeda dengan listrik, tanpa listrik  manusia masih bisa memakai api.

Untuk kegiatan Aksi 1000 Botol Air, perusahaan air mineral Sanford di Bintan menyatakan akan berpartisipasi. Rencananya akan digelar di lapangan Pamedan A Yani, Jalan Pemuda depan SMU 4 dan salah satu sekolah dasar yang ada di Bintan. Untuk Kenduri air kami masih menunggu partisipasi dan kerjasama pihak lain.

Sebenarnya, ALIM sudah menyiapkan segalanya. Mengingat tema Hari Air Dunia 2013 adalah Kerjasama Air, maka ALIM tidak ingin melakukan sendiri. Lagi pula, seluruh kegiatan yang ALIM lakukan akan dilaporkan ke PBB melalui Un-Water. Karena kegiatan Hari Air Dunia yang dilakukan ALIM setiap tahunnya didaftarkan pada lembaga dunia yang konsen terhadap air itu.

ALIM juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada media cetak yang telah berpartisipasi mempublish kegiatan ini dan akan mencatatnya sebagai “Media Air : Karena Media Air Bisa Dibaca”. Sama seperti diatas, akan kami laporkan ke Un-Water. 

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 23, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: