Jojok Sutrisno : Reuni, Sarana Pemersatu Hati


Sekolah merupakan agen sosial pemersatu hati

???????????????????????????????Sepintas, Ia kelihatan seperti seorang Wartawan atau Fotografer. Kamera dan Handycame yang selalu menempel di badannya seakan memberi tanda bahwa Ia seorang Wartawan atau Fotografer. Tidak saja itu, gerak, aksi dan gayanya membuat banyak orang terkecoh dan keliru dengan anggapan mereka. Sebenarnya Jojok Sutrisno atau Bang Jojok panggilannya, hanyalah seorang relawan biasa yang peduli terhadap lingkungan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

???????????????????????????????Diusianya yang sudah lebih dari setengah abad itu, Bang Jojok ingin hasil karyanya berupa photo dan video bisa dinikmati anak cucunya kelak, setelah Ia tiada. Lelaki yang dikenal santun, ramah dan bermasyarakat ini ingin anak cucunya nanti dapat mengambil pelajaran darinya, betapa Allah sangat tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan dimuka bumi.

“Allah sangat benci dengan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Dengan menanam pohon, berarti kita sudah ikut menyelamatkan bumi”, katanya.

Bang Jojok menjelaskan bahwa, “Pohon dapat berfungsi menghasilkan oksigen di waktu pagi, siang dan sore hari. Pohon juga berfungsi untuk menyerap air dan membantu mengurangi emisi udara. Semua itu bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pohon merupakan paru-paru kota”.

Saya salut dan sangat terharu dengan sikapnya itu. Rasa haru yang menyentuh hati Saya itu semakin menggunung ketika Saya mendengarkan suara yang keluar dari mulutnya yang berisikan harapan, permohonan dan keinginan agar Allah menghidupkan pohon-pohon yang baru saja ditanam. “Ya Allah, hidupkan pohon-pohon yang telah kami tanam ini”, ungkapnya.

yoyok7Spontan saja, Saya pun langsung meng-amin kannya. “Amin ya robbal alamin”. Kemudian, dalam hati Saya berkata, “Ya Allah, aku menjadi saksi atas kebaikannya yang telah berusaha menyelamatkan bumi ini. Semoga Engkau menurunkan rahmat Mu dan memerintahkan para Malaikat dan bumi untuk melindungi dirinya”.

Saya mengenal Bang Jojok sekitar satu bulan yang lalu, di sekretariat Alumni Akbar SMPN3 Tanjungpinang. Ternyata, Bang Jojok juga alumni SMPN 3 Tanjungpinang angkatan 1975 (lulus tahun 1975). Waktu itu, kondisi badannya tidak sebaik seperti sekarang ini. Ia baru saja selesai menjalani operasi daging tumbuh (sejenis tumor) di pundak belakangnya. Gerakan tubuhnya terbatas, tertahan perban, ikatan bedung dan rasa sakit. Namun semangat dan solidaritas sosialnya tak terbendung. Ia ingin mengabdi untuk nama sekolahnya dan masyarakat Tanjungpinang.

Satu hal yang menjadi perhatiannya adalah dapat melanjutkan siraturahmi dengan teman-teman seangkatannya, guru, adik kelas dan kakak kelasnya dulu yang sudah sekian puluh tahun terhenti. Tidak saja itu, Bang Jojok dapat bersiraturahmi dengan semua angkatan alumni SMPN 3 Tanjungpinang, dari tahun 1964 – 2012, tanpa membedakan latar belakang usia, profesi dan status sosial lainnya.

???????????????????????????????Kehadiran Bang Jojok telah mengispirasi Saya untuk semakin banyak berbuat dalam komunitas itu. Tidak saja bergabung pada media Facebook, tetapi berusaha untuk memberikan apa yang ada tanpa pamrih. Facebook memang jejaring sosial yang diciptakan pemiliknya sebagai tempat bertemu teman-teman sekolah yang telah lama hilang. Namun, Facebook bukanlah sekolah tempat kita menimba ilmu pengetahuan. Sekolah adalah agen sosial yang mampu mengikat rasa, hati nurani, jiwa dan raga warganya, disamping sebagai tempat yang mengispirasi terciptanya Facebook di muka bumi ini.

Semangat yang ada pada diri Bang Jojok, juga tertanam dihati sanubari kakak dan adik kelas Saya. Sangat banyak jumlahnya dan terlalu panjang bila nama-nama itu harus dituliskan disini. Melebihi nama-nama anggota DPR RI, DPRD disuatu Provinsi/Kabupaten/Kota, MPR dan DPD. Terimakasih semuanya yang telah menjadikan sekolah benar-benar sebagai agen sosial.

Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan para alumni adalah salah satu dari sekian cara yang dilakukan eks. warga sekolah dan warga sekolah untuk tetap menjadikan sekolah sebagai agen sosial. Banyak lagi kegiatan yang lainnya. Semoga dapat memberikan inspirasi kepada kita semua agar kita tidak menjadi seperti kacang yang lupa dengan kulitnya sendiri. Semoga kita tidak pernah lupa dengan sekolah kita sendiri.

wall-wwd-11.png

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Februari 23, 2013, in Water, Environment and Human and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: