Penanganan Banjir di Kota Tanjungpinang Harus Lintas Sektor


Banjir yang terjadi di salah satu ruas jalan Tanjungpinang. DOKTANJUNGPINANG (HK) – Penanganan banjir di Kota Tanjungpinang harus dilakukan oleh lintas sektor. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya air, baik secara teknis maupun non teknis.

Demikian dikatakan Kherjuli, anggota Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Kepri yang juga merupakan Ketua Lembaga Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri, Kamis (17/1). Disebutkan, Pemko Tanjungpinang akan menghadapi banyak persoalan bila daya rusak air itu diselesaikan sendiri.

Menurutnya, ada sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan anggaran, minimnya sumber daya manusia (SDM), ketidak-terpaduan antar lembaga, lemahnya penegakan hukum, tumpang tindihnya pelaksanaan batas wewenang dan tanggung jawab yang diberikan undang-undang (UU).

“Sejak lahirnya UU Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA) dan PP Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), saat ini telah terbentuk beberapa Badan/Lembaga yang terkait dengan SDA. Baik secara vertikal maupun non struktural. Hal itu dimaksudkan agar konservasi, pendayagunaan dan penganggulangan kerusakan SDA dapat dilakukan secara terpadu,” katanya.

Menurutnya, badan/lembaga terkait itu antara lain, Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA), Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi dan Forum DAS. Pemko Tanjungpinang harus melibatkan badan/lembaga itu dalam penanganan banjir.

Untuk itu, kata Kherjuli, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tanjungpinang yang harus memainkan perannya sekaligus menjadi leading sektor untuk menggandeng lintas sektor dan stakeholder terkait.

“Bisa juga melibatkan akademisi dan juga LSM melakukan konsultasi publik. Agar nanti didapatkan keterpaduan rencana dan aksi tindak secara menyeluruh. Di samping itu bisa membantu Pemko Tanjungpinang mendapatkan program dan dukungan anggaran melalui APBN maupun APBD Provinsi Kepri,” katanya.

Secara umum, kata Kherjuli, masalah banjir atau daya rusak air itu mungkin cukup diselesaikan dengan memperbaiki sistem drainasenya saja. Padahal tidak demikian. Selain memperbaiki system drainasenya, harus ada keterpaduan pengelolaan SDA dengan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan pengelolaan lingkungan hidup di daerah ini.

“Kita tidak menginginkan titik-titik banjir yang ada sekarang ini diselesaikan dengan banjir-banjir baru. Banjir lama hilang, banjir baru bermunculan. Bila penataan lahan, pengelolaan sungai, DAS dan perilaku pengembang perumahan dan warga perkotaan tidak disinergi dengan sistem drainase perkotaan,” harapnya.

Selain penataan lahan, penegakan hukum juga tak kalah penting. Sebenarnya, Kherjuli menggambarkan, bila hukum dapat ditegakkan, pengembang dan warga tidak akan berani membangun sembarangan, menebang hutan bakau, alih fungsi resapan air, merusak sungai dan DAS.

“Kami yakin, walikota Tanjungpinang yang baru Lis Darmansyah dapat menyelesaikan masalah banjir di Tanjungpinang. Sepanjang melibatkan lintas sektor dan stakeholder terkait. Kami berharap, persoalan banjir ini dapat segera dicarikan solusi, agar masyarakat di daerah nyaman dan tidak resah akan terjadinya banjir,” ujar Kherjuli.

Sebelumnya, Lis Darmansyah menegaskan, menuntaskan persoalan banjir di Tanjungpinang menjadi prioritas utamanya.

“Kita akan membentuk tim khusus dalam penanganan permasalahan banjir. Dan kita juga telah membuat desainnya (pembenahan sistem drainase) untuk mengatasi banjir dan antinya akan terus dilakukan pemantauan secara kontinyu,” kata Lis. (yan)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Januari 19, 2013, in Water, Environment and Human and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: