Waduk Seigesek Baru 50 Persen


Sumber : HALUAN KEPRI

Pembebasan Lahan jadi Hambatan KAMIS, 10 JANUARY 2013 00:00

WADUK SEIGESEK - Sejumlah anak bermain di sekitar Waduk Seigesek di wilayah KM 16 Bintan. Realisasi proyek senilai Rp30 miliar dari APBN ini masih 50 persen dan ditargetkan selesai tahun ini. (DOK)

 TANJUNGPINANG (HK) – Realisasi pengerjaan Waduk Seigesek di Kabupaten Bintan baru sekitar 50 persen. Masalah pembebasan lahan yang belum tuntas, menjadi faktor utama lambannya penyelesaian proyek yang didanai APBN itu. 

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Tampung Air Baku Seigesek, Hanif, pembagunan waduk yang mulai dikerjakan sejak Agustus 2012 itu dipastikan akan rampung pada 2013, meskipun 240 hari kalender pengerjaan yang dilakukan PT Wijaya Karya tersebut hampir habis.

“Sampai saat ini memang progres pengerjaannya baru mencapai 50 persen, masih ada waktu,” kata Hanif di Tanjungpinang, kemarin.

Kata dia, pengerjaan proyek tersebut sempat tertunda akibat belum selesainya pembebasan lahan sekitar 25 hektar oleh Pemrpov Kepri kepada pemilik lahan. Namun, sebagian pengerjaan tetap bisa dilakukan di badan jalan yang merupakan milik pemerintah.

Waduk Seigesek ditargetkan mampu menyuplai air bersih untuk 6.000 sampai 8.000 rumah tangga di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang yang tidak mampu dialiri oleh Waduk Seipulai.

Sementara, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Keri, Doli Boniara mengatakan pembangunan Waduk Seigesek masih terus berjalan, meski pembebasan lahan belum dilaksanakan.

“Pemilik lahan bisa memahami pengerjaan proyek tersebut untuk segera dilaksanakan meski belum dilakukan pembayaran pembebasan lahan,” kata Doli.

Pembebasan lahan menurut dia akan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai UU Nomor 2/2012.

“Anggaran pembebesan lahan dari Pemprov Kepri, sedangkan yang membebaskan dan membayar pihak BPN,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Kepri, Joko Nugroho ST saat meninjau ke lokasi waduk sebelumnya sudah meminta kepada kontraktor agar mempercepat kerjanya.

“Kami sudah minta agar kontraktor dapat menambah jumlah pekerja guna bisa mengejar penyelesaian pekerjaan,” kata Joko Nugroho.

Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholiq menyebutkan, pembangunan Waduk Seigesek didanai dari APBN sebesar Rp30 miliar dan dilakukan untuk dua tahun anggaran. Pada tahun 2012, didanai sebesar Rp13 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp17 miliar dialokasikan pada tahun 2013.

Bila Waduk Seigesek ini siap, kata dia, maka waduk ini mampu menyediakan air sebanyak 160 hingga 200 liter per detik. Jumlah tersebut diyakini bisa mengurangi ketergantungan PDAM Tirta Kepri terhadap suplai air dari Waduk Seipulai yang hanya berkapasitas 260 liter detik. (ant)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Januari 10, 2013, in Water, Environment and Human and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: