2013, Persoalan Air Bersih Harus Tuntas


wall-kher-2013.gif

Photo : Ilustrasi (Kherjuli)

Sumber : HALUAN KEPRI  KAMIS, 10 JANUARY 2013 00:00

TANJUNGPINANG (HK) – Tersedianya pasokan air bersih dari PDAM di wilayah Provinsi Kepri khususnya Kota Tanjungpinang harus tuntas di tahun 2013 ini. Selain itu, penanganan masalah banjir juga sepatutnya menjadi fokus kepala daerah Tanjungpinang yang baru.

Ketua Lembaga Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri, Kherjuli mengatakan, persoalan air bersih di daerah ini, memang sudah ada rencana jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang yang telah disusun oleh pemerintah.

“Sudah ada aksi yang dilakukan pemerintah. Namun, tidak dapat dipungkiri, outputnya belum sesuai harapan masyarakat,” katanya, Rabu (9/1).

Hal itu, kata dia, dapat dibuktikan dengan masih rendahnya cakupan pelayanan PDAM. Sampai akhir tahun 2012, dari data yang dimiliki, baru sebesar 31 persen. Masih jauh berada di bawah rata-rata cakupan nasional.

Sementara, jumlah penduduk terus bertambah. Dengan kata lain, masih ada sekitar 69 persen dari jumlah penduduk Tanjungpinang yang mengakses air dengan kwalitas yang belum terjamin.

“Selain persoalan keterbatasan air baku yang selama ini didengung-dengungkan oleh PDAM, masalah ketersediaan jaringan distribusi air PDAM juga menurut saya masih menjadi hambatan. Belum ada penambahan jaringan distribusi baru, seperti di Jalan Nuri Kampong Mekar Jaya dan di sejumlah perumahan baru lainnya. Ini akan membebankan warga untuk mendapatkan sambungan baru PDAM. Karena harus menanggung biaya pipa distribusi berukuran diameter dua inchi dan aksesoris lainnya. Walaupun biaya itu harus ditanggung bersama warga secara kolektif, tetapi itu bukan hal mudah. Sebab, latar belakang warga yang berbeda,” katanya.

Menurut Kherjuli, seharusnya hal itu ditanggung oleh pemerintah dan warga hanya menanggung biaya satu batang pipa tersir berukuran diameter setengah inci dan aksesoris lainnya. Pipa distribusi itu semestinya sudah terpasang didepan rumah atau dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari sasaran pengguna air PDAM.

“Air minum tersebut itukan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, sesuai dengan PP Nomor 16 Tahun 2005 tentang SPAM,” katanya.

“Kita berharap agar ada solusinya di tahun 2013 ini. Sembari menunggu Waduk Sei Gesek dan sarana dan prasarana air bersih selesai dibangun, sudah ada penambahan jaringan distribusi baru. Air PDAM itu air pemerintah, jadi bukan air untuk pelanggan PDAM yang lama saja. Melainkan untuk masyarakat agar kehidupan masyarakat menjadi sehat dan produktif. Masyarakat yang belum berlangganan masih berharap agar dapat menikmati air PDAM dan memperolah subsidi dari tarif air yang tergolong rendah itu, dibanding membeli air dari mobil tangki. Kita ingatkan kepada PDAM untuk tidak diskriminatif dengan hak-hak dasar warga,” ujarnya. (yan)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Januari 10, 2013, in Water, Environment and Human and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: