Pesona Kijang Pada Pasca Tambang


13538591471194519324Kota Kijang di Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau, sudah terkenal sejak puluhan tahun yang lalu. Sejak bauksit pertama kali ditemukan, yaitu pada tahun 1924. Bauksit yang berasal dari Kijang, Pulau Bintan itu ditambang dan diekspor  ke Jepang dan China mulai tahun 1935. Dengan demikian, oleh eksportir Jepang dan Cina, nama kota Kijang di Pulau Bintan sudah bukan merupakan nama baru dan asing.

Bisa kita hitung, bahwa eksploitasi tambang bauksit di Pulau Bintan sudah berlangsung selama puluhan tahun. Bahkan sudah dimulai ketika negeri ini belum lagi merdeka. Wajar bila ada bagian di Pulau Bintan ini masih terlihat seperti kawah besar berwarna orange. Ya, sudah tidak lagi hijau. Bukan karena tertutup gedung dan bangunan lainnya, tetapi masih merupakan lahan yang terbuka dan menganga.

Pada tahun 2009, aktivitas tambang oleh Antam di Kijang Pulau Bintan ditutup. Seiring dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bintan juga mulai “tinggal” di kota tua itu.  Kota Kijang menjadi Ibu Kota Kabupaten Bintan untuk sementara waktu. Dampaknya, mobilisasi orang, barang dan jasa pun meningkat.

Kota Kijang semakin terus ditata kembali seiring diikutsertakan kota ini dalam penilaian Adipura untuk katagori kota kecil. Sekarang, di Kijang sudah semakin banyak ditemukan perumahan, jalan, perkantoran, perumahan pasang surut, sekolah, pasar, puskesmas, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), pelabuhan dan rumah Sakit. Kemudian sudah ada taman kota, Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) sampah dan fasilitas umum lainnya.

135385945694390231Suatu hal yang menarik, dalam mengatasi sampah pesisir, warga di perumahan Tekojo Kijang punya cara yang unik. Yaitu dengan cara memasang jaring di pantai untuk mencegah agar sampah tidak “nginap” dan berserakan di bahu pantai. Menurut warga, bila sampah sudah “nginap” di bahu pantai, akan sulit diangkat karena berat akibat menyatu dengan lumpur dan pasir. Tetapi, dengan dipasang jaring, sampah yang pada umumnya berasal dari bahan plastik yang mengapung itu, bisa dengan mudah diangkut pakai jaring. Begitu sampai di darat, sampah plastik itupun tidak disia-siakan begitu saja. Melainkan dikumpul dan dipilah untuk dijual kepada para pemulung.

Aktivitas menjaring sampah biasanya dilakukan warga perumahan Tekojo Kijang itu pada setiap musim selatan. Karena menurut warga, pada musim selatan, sampah yang tidak tahu asal usulnya itu ditiup angin dan terbawa gelombang menuju perumahan pasang surut tempat warga tinggal.

1353859631234229869Dari jauh, pantai Kijang terlihat semakin mempesona. Sudah jarang ditemukan Tug Boad berisikan bauksit yang tersandar maupun yang melintas di perairan Kijang. Indah sekali susana di sore itu. Air sungai dan lautpun terlihat seperti sediakala, sebelum bercampur limbah bauksit. Laut, tidak lagi menjadi media besar tempat pembuangan akhir sampah.

13538599171613936325Semoga, dapat menjadi contoh bagi masyarakat pesisir lainnya untuk menjadikan pantai dan laut bersih sebagai sahabat hati. Bukankah, kebersihan itu merupakan bagian dari iman, dan iman itu ada didalam hati kita. Pada dasarnya, hati kita menginginkan sesuatu yang bersih.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on November 25, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sei enam bang, bukan tekojo😉 bantu doa ya bang tahun ini kijang bisa dapat adipura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: