Hutan Bakau dan Sungai Jang Jangan Dirusak


Saya sebagai manusia saja prihatin melihat hutan bakau dan sungai dirusak, apalagi Biawak yang habitatnya diusik, hingga sulit berkembang biak ?”

 Aksi Penebangan hutan mangrove atau bakau di Tanjungpinang semakin tak terkontrol. Tidak saja di Dompak seperti yang diberitakan Tanjungpinang Pos (5/11), tetapi juga didaerah lain.

 Seperti di bantaran Sungai Jang. Tepatnya di Jalan Peralatan Km 7 Tanjungpinang. Tidak saja fungsi hutan bakau yang dirusak, tetapi fungsi Sungai juga ikut dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

 Palung Sungai (cekungan yang terbentuk oleh aliran air secara alamiah) dan sempadan sungai ditimbun tanpa izin. Akibatnya, aliran air akan tertahan dan lahan yang secara alamiah sebagai tempat tinggal air, menyempit dan berubah menjadi tempat tinggal manusia.

 Perubahan fungsi bakau dan sungai itu akan berdampak terjadinya banjir dikemudian hari. Terlebih, struktur tanah dekat jembatan jalan peralatan itu berbetuk cekungan, sehingga pada saat hujan, air dari arah sekitar Puskesmas Batu 7 dan Bengkel Abun batu 8 akan mengalir dan berkumpul ke Sungai itu.

 “Kalau area sungainya menyempit dan palung sungainya rusak, air akan tergenang disekitar jembatan dan kawasan sungai itu. Bila dibiarkan, Kami perkirakan dapat mengakibatkan terjadinya banjr yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat disekitar sungai itu.

 “Banjir yang sudah ada di Kota Tanjungpinang ini aja kerapkali membuat hati kita cemas dan risau. Jangan pula menambah banjir baru. Jangan rusak hutan bakau dan sungai”.

 “Saya sebagai manusia saja prihatin melihat hutan bakau dan sungai dirusak, apalagi Biawak yang habitatnya diusik, hingga sulit berkembang biak ?”

 “Memang benar, hutan bakau dan sungai merupakan kekayaan Negara yang diperuntukan bagi kemakmuran rakyat. Benar, bukan untuk kemakmuran Biawak. Tetapi itu sifatnya untuk kepentingan umum. Bukan untuk kepentingan pribadi dan pengusaha”.

 “Masak sih kita kalah dengan Biawak. Biawak saja berkembang biak dengan tidak mengganggu kepentingan umum umat manusia”.

 Lembaga ALIM sudah melaporkan peristiwa ini kepada BLH Kota Tanjungpinang. Diakui, bahwa sudah ada petugas yang datang untuk berusaha menghentikannya. Tetapi, tak lama setelah pejabat BLH Kota Tanjungpinang itu turun, aktivitas illegal itu dilakukan lagi.

 Lembaga ALIM berharap agar Satpol PP dapat bertindak, seperti yang KP2HE dalam kasus penimbunan hutan bakau di Dompak.

 “Tetapi, jujur saja, kami sangat pesimis”.

 Sebab dalam penilaian ALIM, Satpol PP lebih punya kemampuan mengamankan dan menertibkan aktivitas yang bertentangan dengan Perda tentang asusila seperti prostitusi ketimbang Perda tentang Perizinan seperti izin cut and fill,IMB, hutan bakau dan sungai.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on November 8, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: