HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA, 15 OKTOBER 2012


Bukan karena Sabun,.. Tapi Air Bersih dan Sanitasi yang bermasalah, yang menjadikan anak-anak dan orang dewasa tidak mencuci tangannya pakai sabu”.

Enak-enak saja mau cuci tangan, ikut bertanggung jawab juga dong !”

Kata, “Cuci Tangan” pada kalimat diatas adalah sebuah perumpamaan yang berarti lari dari tanggung jawab.

Hari Cuci Tangan bukan berarti hari lari dari tanggung jawab. Melainkan sebaliknya, hari yang penuh dengan tanggung jawab, agar anak-anak dan setiap orang dapat mencuci tangannya dengan baik dan benar. Yaitu dengan menggunakan air bersih dan sabun, untuk menghindar dari kotoran dan berbagai sumber penyakit serta untuk menjaga kesehatan diri.

Bangsa Indonesia memiliki budaya cuci tangan sebelum makan. Budaya cuci tangan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu dan bersifat turun temurun sampai sekarang. Walaupun sudah ditemukannya sendok yang terbuat dari logam, budaya makan dengan menggunakan lima jari tanpa sendok itu masih tetap ada sampai sekarang. Meskipun demikian, keberadaan sendok juga digunakan untuk mengambil nasi dan lauk pauk dan dituang kedalam piring makan. Artinya, sendok tidak digunakan sebagai alat untuk menyuap nasi dan lauk pauknya masuk kedalam mulut. Seperti yang dilakukan bangsa barat. Atau bangsa Cina yang menggunakan sumpit sebagai alat untuk makan mereka.

Terlepas mau makan dengan lima jari atau dengan sumpit, sendok, sendok garpu, pisau atau dengan tusukan sate dan lain-lain, yang pasti semua itu dilakukan dengan menggunakan tangan. Tangan merupakan bagian dari organ tubuh manusia yang digunakan untuk memasukan makanan dan minuman kedalam mulut. Kecuali dalam keadaan sakit dan koma. Dokter tidak punya cara lain selain memasukkan sari makanan lewat selang kedalam mulut.

Selain dipergunakan untuk makan, tangan juga dipergunakan untuk hal-hal yang seperti :  cebok setelah BAB, Kecing, memgang bayi, menceboki anak, menyiapkan makanan, mengobati pasien dan lain sebagainya. Untuk itu perlu diingat Waktu Penting Cuci Tangan Pakai Sabun antara lain, sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, sesudah menceboki anak, sebelum menyiapkan makanan, sesudah mengobati pasien dll.

Beberapa fakta tentang Cuci Tangan Pakai Sabun :

  1. Tangan adalah salah satu penghantar utama masuknya kuman penyakit ke tubuh manusia. Cuci tangan dengan dapat menghambat masuknya kuman penyakit ke tubuh manusia melalui perantaraan tangan;
  2. Tangan manusia yang kotor karena menyentuh feses mengandung kurang lebih 10 juta virus dan 1 juta bakteri;
  3. Kuman penyakit seperti virus dan bakteri tidak dapat terlihat secara kasat mata sehingga sering diabaikan dan mudah masuk ke tubuh manusia;
  4. Hampir semua orang mengerti pentingnya cuci tangan pakai sabun namun tidak membiasakan diri untuk melakukannya dengan benar pada saat yang penting.

Beberapa Langkah Tepat Cuci Tangan Pakai Sabun :

  1. Basuh tangan dengan air yang mengalir, cuci dengan sabun dan gosok kedua tangan selama 20 detik sampai muncul busa. Pastikan menggosok bagian di sela-sela jari, dibawah kuku dan punggung tangan.
  2. Bilas tangan dengan air mengalir selama 10 detik;
  3. Keringkan tangan dengan menggunakan kain lap yang bersih dan kering.

Kebiasaan cuci tangan harus dimulai sejak kecil. Budaya cuci tangan harus ditumbuhkan secak dini kepda anak-anak generasi penerus bangsa ini. Sedangkan kesadaran cuci tangan dengan cara-cara yang baik sudah harus tumbuh sejak usia dini. Dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan tempat bermain sebagai agen social bagi anak-anak. Tidak ketinggalan juga media massa. Diharapkan dapat ikut mendorong kesadaran anak-anak mencuci tangannya dengan air bersih dan sabun.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendorong kesadaran anak-anak. Misalkan saja, dilakukan dengan cara-cara simulasi di sekolah, dengan menggelar lomba mewarnai dan mengambar yang bertemakan cuci tangan, visualisasi, kampanye, lewat jejaring social, seni, olah raga dan lain sebagainya.

Hari Cuci Tangan Sedunia atau disebut juga Hari Cuci Tangan Dengan Sabun Sedunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Penetapan Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia dilakukan pada 15 Oktober 2008. Berawal dari Pertemuan Tahunan Hari Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus 2008 di Stockholm. Pada waktu seiring dengan penetapan tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB.

Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik kesehatan pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya. Untuk, Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia adalah upaya memobilisasi jutaan orang diseluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan sabun.

Salah satu tujuan dari kampanye itu adalah penurunan angka kematian untuk anak-anak dimana lebih dari 5.000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinya diseluruh dunia sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan. Mengurangi penderitaan dan beban yang harus ditanggung karena sakit. Caranya dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun. Menurut penelitian, dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50 persen.

Disamping itu kampanye juga dimaksudkan sebagai upaya peningkatan pembangunan fasilitas sanitasi disekolah. Menurut Unicef kurangnya akses untuk air bersih mengakibatkan penurunan tingkat kehadiran anak perempuan disekolah saat mereka memasuki masa puber, karena tidak adanya fasilitas sanitasi yang memadai.

Akses air bersih dan sanitasi ditenggarai merupakan dasar penting untuk kehidupan anak-anak diseluruh dunia dilihat dari segi kesehatan, kelangsungan hidup, dan rasa penghargaan terhadap diri mereka. Penyediaan air bersih dan perilaku sanitasi yang baik disekolah juga menjadi salah satu cara untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals) 2015.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Oktober 17, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: