Waduk Seijago Harus Diperdalam


Sumber : Batam Pos : 

BINTAN (BP) – Fuad, pegawai Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, Kementerian Pekerjaan Umum mengatakan, untuk mengatasi kekeringan air di Tanjunguban perlu dilakukan pengerukan waduk atau dam Seijago.

”Kalau melihat situasi sekarang, memang perlu dilakukan pengerukan dam,” ujar Fuad, Selasa (2/10).

Sebelumnya pihak PDAM Tirta Kepri berencana membangun sumur bor di wilayah Tanjunguban untuk mengatasi ketersediaan air. Rencana tersebut dinilai tidak layak karena di Bintan tidak ada cekungan groundwater (tampungan air di dalam tanah). ”Semua daerah Kepri tak cocok diterapkan sumur bor, yang mungkin dilakukan pengerukan waduk untuk menambah daya tampung air,” bebernya.

Untuk melakukan pengerukan pihaknya tengah melakukan studi dengan mengambil sampel tanah pada dua titik, yaitu satu di pinggir waduk dan satu di tengah waduk. Sampel ini akan dianalisa dan akan didapatkan struktur tanah untuk mengetahui kedalaman pengerukan agar persediaan air bisa tahan di musim kemarau.

Sedangkan Fahrozi, teknisi di lapangan mengatakan, sampai kedalaman satu dan dua meter secara penglihatan kasat mata struktur tanahnya berkontur liat. Pada kedalaman tiga meter dilihat secara kasat mata strukturnya disamping liat, sudah bercampur bauksit.

Ketinggian Air 20 Cm

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik Pazdawani mengatakan, saat ini ketinggian air di waduk Seijago telah mengalami peningkatan setinggi 20 centi meter. Penambahan ketinggian air waduk Seijago yang semua kering, karena pihak PDAM melakukan normalisasi atau perbaikan tali air di dalam waduk, belum lama ini.

Jika mistar ukuran waduk yang selama ini sempat mencapai 0, kini sudah naik 20 centimeter. PDAM akan terus melanjutkan normalisasi tali air ini hingga ke arah hulu. Saat ini normalisasi sudah memasuki hutan, diperkirakan pekerjaan akan tinggal sepertiga lagi,” kata Kholik, Selasa (2/10).

Kholik berharap dengan kondisi cuaca hujan akan bisa mempercepat menambah ketinggian air waduk. Saat ini PDAM juga fokus mempersiapkan wilayah perbaikan dan peningkatan Waduk Seijago dan mudah-mudahan pengerjaannya bisa mendapatkan kucuran dana dari APBN.

Ia mengatakan, perbaikan dan peningkatan kualitas waduk Seijago setelah ada studi. ”Tapi biayanya tinggi. Ini kita berkaca dari perbaikan yang pernah dilakukan di Waduk Sungai Pulai perbaikannya akan mencapai miliaran. Luas Waduk Seijago seluas 10 hektare,” bebernya.

Saat ini, katanya, penyaluran air ke masyarakat masih dilakukan sekali dalam dua hari. Pengalirannya mulai dilakukan sejak pukul 16.00 hingga sekitar pukul 22.00. Waktu pengalirannya masih sama dengan beberapa hari sebelumnya meski air dalam waduk Seijago sudah ada. “Kami harus mengatur air yang masuk dan air keluar untuk terus meningkatkan air di waduk,” kata Kholik. (asr/cnt) (9)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Oktober 3, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: