Warga Bintan Kesulitan Air Bersih


Sumber : Haluan Kepri : Rabu, 26 September 2012 00:00

Waduk Sei Jago di Bintan keringBINTAN (HK) – Warga Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepri sejak beberapa waktu lalu kesulitan mendapatkan air bersih. Ini disebabkan Waduk Sei Jago, Tanjunguban yang menjadi sumber air PDAM Tirta Kepri, mengalami kekeringan sejak sebulan yang lalu.

Tidak saja Waduk Sei Jago yang menopang ketersediaan air bersih bagi ribuan jiwa warga Tanjunguban, sumur-sumur warga juga banyak yang kering. Untuk kebetuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air dari mobil tanki air. Sedangkan untuk kebutuhan air minum warga membeli air isi ulang.

“Iya, saya beli air galon buat masak nasi dan minum, habis air sumur keruh sekali karena kering,” ujar Mirza, salah seorang warga Tanjunguban, Selasa (25/9).

Tak hanya Mirza, Aisah, ibu rumah tangga terpaksa memandikan bayinya menggunakan air galon. Ia khawatir, bayinya justru akan gatal-gatal jika tetap dimandikan menggunakan air sumur yang berwarna kuning kecoklat-coklatan itu.

“Dari pada anak saya nanti gatal-gatal, lebih baik pakai air galon saja lah,” katanya.

Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Kepri Kherzuli mengatakan, krisis air yang terjadi di Tanjunguban dan sekitarnya, harus direspon Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri. Karena, lanjutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan irigasi merupakan prioritas utama di atas semua kebutuhan lain.

“Oleh karena itu, Pemerintah maupun Pemerintah daerah (Pemda) harus bertanggung jawab terhadap ketersediaan air baku untuk air minum. Dengan kata lain, tanggung jawab Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berada di tangan pemerintah daerah,” kata Kherzuli.

Sebagai langkah guna mengatasi krisis air, PDAM Tirta Kepri berencana akan membuat sumur-sumur bor. “Untuk mengatasi kekeringan kita akan membangun sumur-sumur bor,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik.

Hingga kini, belum ada upaya konkrit yang dilakukan pemerintah daerah. Persoalan kekeringan air akibat kemarau berkepanjangan ini seolah tidak menjadi masalah serius. (cw64)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on September 28, 2012, in Water, Environment and Human and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: