Wacana Pembuatan Sumur Bor Menuai Kontroversi


Haluan Kepri : Rabu, 26 September 2012 00:00

TANJUNGUBAN (HK) – Wacana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, akan membuat sumur bor untuk mengatasai kekeringan menuai kontroversi. Padahal niat membuat sumur bor ini, menurut Direktur Utama PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, dalam upaya mengatasai kekeringan waduk Sei Jago di Desa Lancang Kuning Kecamatan Bintan Utara.

Seperti sanggahan dari Ketua LSM ALIM (Air Lingkungan dan Manusia) Provinsi Kepri, Kherjuli, menilai pembuatan sumur bor ini tidak semudah membalikkan telapak tangan karena membutuhkan waktu maupun biaya besar, dan masyarakat tidak dapat menunggu karena air menjadi kebutuhan mendasar.

Menurut Kherjuli, sebelum membuat sumur bor terlebih dahulu berorientasi dulu kepada air permukaan dengan melakukan penyambungan atau interkoneksi air dari sumber air yang tersedia. Karena membuat sumur air bor atau air tanah, mekanisme cukup panjang perlu ada kajian dan konsultasi publik.

Dijelaskan Dewan Sumber Daya Air Provinsi Kepri ini, bahwa Peraturan Pemerintah (PP) nomor 42 tahun 2008 tentang pengolahan sumber daya air maka dapat dilakukan langkah-langkah antara lain interkoneksi air dari sumber air yang masih tersedia. Misalnya kata dia, waduk Lagoi ke waduk Sei Jago Tanjunguban atau waduk Sei Jeram ke waduk Sei Jago Tanjunguban.

Namun bisa juga langkah kedua, kata Kherjuli, melakukan perbaikan catchment area atau hutan lindung yang ada saat ini sehingga daya resapan air benar-benar mampu menampung air dalam kapasitas normal. Serta ketiganya, melakukan penimbuhan. “Artinya bila waduk dalam keadaan sedang atau basah maka hendaknya tidak disedot semuanya karena dapat mengakibatkan kekeringan. Bila terus dikerok maka dapat merusak ekosistem jadi harus disisakan,” sarannya.

Sementara langkah keempat, kata dia lagi, melakukan modifikasi cuaca atau membuat hujan buatan untuk meningkatkan intensitas hujan lebih tinggi di daerah tersebut. “Urutan pertama sampai keempat harus kajian berdasarkan undang undang nomor 7 tahun 2204 tentang sumber daya air dan peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2008 tentang pengolahan sumber daya air. Itu orintasinya pendayagunaan air lebih pada air permukaan. Jadi tidak bisa PDAM seenaknya sendiri langsung membuat sumur bor,” tutur Kherjuli lagi. (cw64)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on September 28, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: