ATASI KEKERINGAN DENGAN HUJAN BUATAN


Waduk Seijago yang sudah hampir satu bulan kering, membuat sekitar 2000 pelanggan PDAM kesulitan mendapatkan air bersih bagi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Tidak saja waduk Seijago yang menopang ketersediaan air bersih bagi ribuan jiwa warga Tanjung Uban, sumur-sumur warga juga banyak kering. Untuk MCK warga terpaksa harus membeli air lori tangki dengan harga yang sangat  mahal dibanding harga air PDAM. Sudahlah mahal, untuk memndapatkannya juga tidak mudah. Warga harus menunggu beberapa hari dan bahkan nyaris tidak kebagian. Tak ada pilihan lain lagi selain membeli air gallon isi ulang yang sangat mahal bila digunakan untuk MCK.

Krisis air yang terjadi di Tanjung Uban dan sekitarnya, harus direspon oleh Pemerintah Daerah. Berdasarkan UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan irigasi merupakan prioritas utama di atas semua kebutuhan.
Untuk itu, dalam keadaan memaksa, atau dalam keadaan yang bersifat darurat seperti pada saat terjadi kekeringan, Pemerintah atau pemerintah daerah dapat mengambil tindakan penyediaan sumber daya air untuk memenuhi kepentingan yang mendesak berdasarkan perkembangan keperluan dan keadaan setempat.
Pemerintah dan/atau pemerintah daerah mengatur dan menetapkan penggunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dengan cara mengupayakan pengisian air pada sumber air.
Sesuai aturan yang ada, dimungkinkan pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam satu wilayah sungai atau dari wilayah sungai yang lain, pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer), peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di daerah aliran sungai melalui penatagunaan lahan, atau pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu.
Dengan kata lain, untuk jangka panjang dimungkinkan untuk melakukan interkoneksi dari Das Lagoi ke Das Jago Tanjung Uban dan peningkatan fungsi catcment area.
Untuk jangka pendek, dimungkinkan untuk melakukan hujan buatan atau modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu.
Tetapi semua itu harus melalui kajian yang matang. Meskipun demikian, keluahan masyarakat harus direspon dengan nyata. Bisa saja dengan menggunakan mobil tangki atau mobil pemadam kebakaran miliki Pemda, supaya kesulitan warga bisa dikurangi.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on September 28, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: