PEMBANGUNAN WADUK SEI GESEK


Ilustrasi : Sei Gesek Kab. Bintan, 13 Agustus 2012. Tampat anak-anak bermain-bermain disekitar lokasi proyek Pembangunan Waduk Sei Gesek.

Dari hasil pemantauan di lapangan terhadap Proyek Pembangunan Waduk Sei Gesek Kabupaten Bintan pada hari Selasa 13 Agustus 2012, diinformasikan bahwa : Kami tidak menemukan Plang/Papan Nama Proyek yang menyajikan informasi tentang Nama Proyek, Nama Perusahaan Pelakasana Proyek, Konsultan Pengawas, Anggaran dan Waktu Pelaksanaan. Selain Plang, di lokasi Proyek itu dijadikan tempat pemancingan ikan oleh warga setempat, tempat anak-anak bermain dan jadi tempat tontonan /pemandangan menarik bagi pengguna jalan yang sengaja singgah untuk melihat hasil tangkapan ikan dan kondisi proyek/waduk. Disinyalir, berpotensi rawan kecelakaan terutama bagi anak-anak yang mencari ikan atau bermain di sekitar lokasi proyek, terutama didalam genangan air. Semoga menjadi perhatian semua pihak.

Seperti yang dikutip pada salah satu media cetak lokal bahwa, “Anggaran pembangunan waduk Sei Gesek di Kabupaten Bintan mencapai Rp34 miliar. Dana tersebut berasal dari kucuran APBN sebanyak Rp15 miliar dan APBD Kepri sebesar Rp19 miliar. Anggaran dari APBD Kepri sebesar Rp19 miliar akan digunakan untuk IPA dan pipanisasi.

Luas areal waduk mencapai 25 hektar, namun pada sebagian wilayah masih terkendala dengan pembebasan lahan yang ditangani Pemkab Bintan. Demi mempercepat pembangunan waduk yang sangat ditunggu guna memenuhi kebutuhan air masyarakat Tanjungpinang dan Bintan”.  (Sumber : Haluan Kepri).

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 13, 2012, in Water, Environment and Human and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Saran saya sebagai Putra Kepri, LSM Alim (Air Lingkungan dan Manusia) jangan masalah air melulu yg bapak angkat, Masalah kerusakan Alam di Kepri seperti Penambangan Bauksit yang jelas2 merusak lingkungan dan menyebabkan hilangnya tampungan Air kenapa gak pernah ada yang mau peduli, apakah ada udang disebalik batu ? terima kasih

  2. Terimakasih atas tanggapannya. Sebagai orang Asli Melayu, menjaga alam dari berbagai kerusakan sudah menjadi bagian dari kerarifan budaya kita, Pak. Mengapa Air menjadi fokus NGO kami, karena berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan NGO kami merupakan satu-satunya NGO yang bergerak di bidang Sumber Daya Air di Kepri. Terkait Penambangan Bausit, Kolong Enam di Kijang yang merupakan Eks Galian Bauksit, justru menjadi tampungan air dan sebagai sumber air baku bagi PDAM Tirta Kepri Cabang Kijang. Demikian pula yang ada di Karimun. Di Tanjungpinang, dampaknya berpotensi terjadinya Banjir. Dan itu kita pantau terus Pak. Sedangkan di Lingga, dampak hipotetik kerusakan lingkungannya lebih dirasakan oleh Nelayan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: